terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Di Sidang, Bos Maktour Ngaku Apartemennya Pernah Dipinjam SYL: Untuk Pengajian - my blog
Fuad Hasan Masyhur di Gedung Merah Putih KPK akan diperiksa terkait aliran uang Syahrul Yasin Limpo (SYL), Senin (27/5/2024). Foto: Hedi/kumparan
Pemilik perusahaan biro haji dan umrah Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, mengaku unit apartemen miliknya pernah dipinjam oleh eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk pengajian.
Hal itu disampaikannya saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan gratifikasi dan pemerasan SYL dkk, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (5/6).
Mulanya, jaksa mendalami lokasi tempat tinggal Fuad di Jakarta. Fuad pun menyebut dirinya sudah menetap di Jakarta sejak sekitar tahun 80-an di kawasan Cipinang.
Jaksa pun mengulik aset lain yang dimiliki Fuad di Jakarta, termasuk beberapa apartemen.
"Di Cipinang Cempedak saja mungkin sekitar ada 7-8 [aset], kalau di tempat lain-lain ada yang banyak apartemen," ucap Fuad.
"Salah satu apartemen itu di mana?" tanya jaksa.
"Da Vinci ada, Capitol ada, di Rasuna ada, di Belleza ada," jawab Fuad.
Jaksa kemudian berfokus pada unit apartemen yang dimiliki Fuad di Belleza.
"Baik, khusus Belleza, ya, Belleza ini sering ditinggali tidak oleh Saudara?" tanya jaksa.
"Semua apartemen saya tidak ada yang ditinggali," timpal Fuad.
Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/5/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Dalam kesaksiannya, di apartemen Belleza tersebut SYL pernah meminjam untuk digunakan sebagai tempat pengajian. Saat itu, SYL belum menjabat sebagai Menteri Pertanian.
"Apakah terdakwa ini pernah pinjam atau menempati unit yang di Belleza?" tanya jaksa.
"Beliau pernah minta pinjam untuk pakai pengajian," jawab Fuad.
"Kapan, Pak, itu kejadian atau peminjaman untuk pengajian itu?" cecar jaksa.
"Sebelum jadi menteri," jawab Fuad.
"Terdakwa punya enggak unit di Belleza ini?" tanya jaksa.
"Yang tepatnya saya enggak tahu, cuma saya dengar bahwa beliau punya ada," pungkas Fuad.
Dalam persidangan perkara ini, SYL disebut pernah umrah bersama keluarganya dengan memakai uang Kementan. Dana yang disiapkan Rp 1,8 miliar. Atas kesaksian itu, SYL menilai tidak logis.
Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementan, Syahrul Yasin Limpo, mendengarkan keterangan dari Bendum Partai NasDem Ahmad Sahroni dan Indira Chunda Thita Syahrul saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/6/2024). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Dalam kasusnya, ia diduga melakukan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan. Uang kemudian dikumpulkan SYL melalui orang kepercayaannya, yakni Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta.
Uang dikumpulkan dari lingkup eselon I, para Dirjen, Kepala Badan, hingga sekretaris masing-masing eselon I.
Besarannya mulai dari USD 4.000-10.000. Total uang yang diduga diterima SYL ialah sebesar Rp 13,9 miliar. Namun, dalam akhir penyidikan KPK, nilainya membengkak menjadi Rp 44,5 miliar.
Hasil rasuah itu lalu diduga digunakan untuk keperluan pribadinya dan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar