terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pj Gubernur Sulbar: Gerakan Penanaman Pohon Upaya Antisipasi Kerusakan Alam - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pj Gubernur Sulbar: Gerakan Penanaman Pohon Upaya Antisipasi Kerusakan Alam
Jul 4th 2024, 20:44, by Sapriadi Pallawalino, SULBAR KINI

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, menggalakkan gerakan penanaman pohon di Sulbar. Foto: Dok. Pemprov Sulbar
Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, menggalakkan gerakan penanaman pohon di Sulbar. Foto: Dok. Pemprov Sulbar

Mamuju - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin mengungkapkan, gerakan menanam pohon yang digalakkan selama menakhodai provinsi hasil pemekaran Sulawesi Selatan ini sebagai bagian dalam upaya mengantisipasi kerusakan alam serta krisis pangan di masa mendatang.

"Gerakan menanam pohon sebetulnya adalah upaya mengantisipasi kerusakan alam dan krisis pangan ke depan," ungkap Bahtiar di sela-sela rapat koordinasi dan sinkronisasi program pusat dan daerah di Mamuju, Kamis (4/7/2024).

Diketahui, usai mendapatkan mandat sebagai Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar menggalakkan gerakan menanam pohon sukun dan pisang Cavendish.

Langkah itu dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus antisipasi kerusakan alam dan krisis pangan untuk masa jangka panjang.

Bahtiar menuturkan, dirinya memimpin Sulawesi Barat dalam beberapa bulan ke depan. Dengan waktu yang terbatas, sumber daya terbatas, dan keuangan terbatas maka dibutuhkan peran kepala desa dalam mengakselerasi 8 program yang menjadi agenda prioritas Pemprov Sulbar.

"Saya mengabstraksikan, struktur, mensistemasikan agar dimudahkan memahami apa yang harus dikerjakan pemerintahan hari ini. Kurang lebih 8 prioritas itu lah, supaya kita fokus," ujar Bahtiar.

Delapan agenda prioritas Pj Gubernur Sulbar yakni menyukseskan penyelanggaraan pilkada serentak 2024 yang luber, jurdil, aman, dan damai, penanganan gizi buruk, stunting, dan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selanjutnya peningkatan investasi, hilirisasi, dan membangun ekosistem ekonomi hijau dan biru, kedaulatan dan ketahanan pangan, membangun konektivitas dengan IKN dan wilayah strategisnya, sinergi program pusat dan daerah, serta menjaga stabilitas sosial, politik, keamanan, dan ketertiban umum.

Kepala Desa Kulu Kecamatan Lariang, Muliadi, menilai agenda Pj Gubernur Sulbar seperti gerakan menanam pohon dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dinilai positif.

"Kita perlu mencari komoditi lagi yang lebih bagus, seperti durian," kata Muliadi.

Sementara perwakilan Pemerintah Desa Ralleana Kabupaten Mamasa, Abdul Rahman Tona, mengatakan program penghijauan yang digencarkan Pj Gubernur Sulbar perlu ditindaklanjuti terus-menerus.

Terutama di wilayah Kabupaten Mamasa yang merupakan daerah rawan longsor.

"Program Pj Gubernur berupa penghijauan, kami sosialisasi dan warga desa sangat mengapresiasi dan ini positif. Semoga dapat ditindaklanjuti secara umum, khususnya gubernur di masa yang akan datang supaya penghijauan itu bisa dilestarikan terus-menerus," ujar Rahman Tona.

Rakor ini juga dihadiri Ketua Umum Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Muhammad Asri Anas dan secara virtual Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDTT dan Direktur Kelembagaan Desa dari Kemendagri sebagai pemateri.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: