terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Fakta Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang Tewas Terbunuh di Iran - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Fakta Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang Tewas Terbunuh di Iran
Aug 1st 2024, 05:35, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS

Ismail Haniyeh. Foto: Said Khatib/AFP
Ismail Haniyeh. Foto: Said Khatib/AFP

Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Abdulsalam Ahmed Haniyeh (54) tewas dalam sebuah serangan di Teheran, Iran, Rabu (31/7). Menurut pernyataan Hamas, Haniyeh terbunuh dalam "serangan Zionis yang berbahaya di kediamannya di Teheran".

Haniyeh sendiri berada di ibu kota Iran itu untuk menghadiri pengambilan sumpah Presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian. Ia adalah putra Palestina, lahir dan besar di Gaza, dan mengabdikan separuh hidupnya untuk kemerdekaan Palestina melalui Hamas.

Berikut kumparan rangkum beberapa fakta terkait salah satu tokoh senior Hamas ini:

Lahir dan Besar di Gaza

Haniyeh lahir di kamp pengungsi Shati, Gaza, Palestina. Orang tuanya lari dari Asqalan, saat kota itu jatuh ke tangan Israel pada 1948.

Ia belajar di institut Al-Azhar Gaza, dan lulus dengan gelar sastra Arab, dari Universitas Islam Gaza. Pada 1983, saat masih mahasiswa, ia bergabung dengan Blok Mahasiswa Islam, yang jadi cikal bakal Hamas.

Pemimpin spiritual kelompok Hamas, Sheikh Ahmed Yassin (Kanan) dan penasihat utamanya, Sheikh Ismael Haniyeh, berbicara kepada media di Kota Gaza (14/8/2022). Foto: FAYEZ NURELDINE/AFP
Pemimpin spiritual kelompok Hamas, Sheikh Ahmed Yassin (Kanan) dan penasihat utamanya, Sheikh Ismael Haniyeh, berbicara kepada media di Kota Gaza (14/8/2022). Foto: FAYEZ NURELDINE/AFP

Haniyeh sempat dipenjara oleh Israel pada 1980-an, dan selamat dari beragam upaya pembunuhan Israel setelah memiliki jabatan di Hamas.

Tiga Putra Hanniyeh Dibunuh Israel Beberapa Bulan Sebelum Ia Tewas

Pada 10 April 2024, tiga putra Haniyeh yakni Hazem, Amir dan Mohammad tewas dibunuh Israel. Mereka tewas, saat serangan udara Israel menarget mobil yang berisi keluarga Haniyeh, di Gaza.

Sebelumnya, Haniyeh membantah pernyataan Israel bahwa putra-putranya adalah pejuang Hamas.

"Kepentingan rakyat Palestina didahulukan daripada segalanya," tuturnya ketika ditanya apakah pembunuhan keluarga Haniyeh saat itu akan memengaruhi perundingan gencatan senjata, seperti dikutip dari reuters.

Hamas: Kematian Ismail Haniyeh Jihad, Kita Milik Allah & Kepada-Nya Kita Kembali

Hamas merilis pernyataan terkait pembunuhan pemimpin politiknya. Mereka menyebut insiden itu sebagai jihad, dan telah memasrahkan kematian Haniyeh kepada Sang Pencipta.

Dikutip dari Al Jazeera, berikut pernyataan lengkap Hamas:

Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Bahkan, mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka, dengan mendapat rezeki.)

Ismail Haniyeh Foto: AP Photo/Adel Hana
Ismail Haniyeh Foto: AP Photo/Adel Hana

Gerakan Perlawanan Islam Hamas berduka cita atas meninggalnya rakyat Palestina yang agung, bangsa Arab dan Islam, dan seluruh rakyat merdeka di dunia: Saudara, pemimpin, syahid, Mujahid Ismail Haniyeh.

Pimpinan gerakan terbunuh dalam serangan berbahaya Zionis di kediamannya di Teheran setelah berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden baru Iran. Kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali. Dan itu adalah jihad, kemenangan atau kesyahidan.

Presiden Abbas Minta Rakyat Palestina Bersatu Lawan Israel usai Haniyeh Terbunuh

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta warga Palestina bersatu usai terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara saat acara tingkat tinggi untuk memperingati peringatan 75 tahun Nakba di markas besar PBB di New York pada 15 Mei 2023. Foto: Ed Jones/AFP
Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara saat acara tingkat tinggi untuk memperingati peringatan 75 tahun Nakba di markas besar PBB di New York pada 15 Mei 2023. Foto: Ed Jones/AFP

"Presiden Negara Palestina mengutuk keras pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh," ucap kantor kepresidenan Palestina seperti dikutip dari AFP.

"Ini dianggap sebagai aksi pengecut dan eskalasi serius," sambung dia

Kantor Kepresidenan Palestina menegaskan, yang terpenting sekarang adalah perjuangan rakyat Palestina melawan Israel harus terus dilanjutkan.

Militer Israel Tolak Berkomentar soal Tewasnya Ismail Haniyeh

Militer Israel menolak berkomentar atas berita pembunuhan pemimpin tertinggi Hamas, Ismail Haniyeh, Rabu (31/7). Hal itu dilaporkan kantor berita AFP.

Sementara itu, Hamas menuding Israel jadi dalang tewasnya tokoh politik senior mereka. Tapi, komentar justru datang dari Menteri Warisan Kebudayaan Israel Amichai Eliyahu.

Ia 'merayakan' insiden tersebut dengan menyebut pembunuhan Haniyeh membuat dunia lebih baik.

"Inilah cara yang tepat untuk membersihkan dunia dari kekotoran .

Tidak ada lagi perjanjian "perdamaian"/penyerahan yang khayalan, tidak ada lagi belas kasihan bagi manusia fana ini.

"Tangan besi yang akan memukul mereka adalah tangan yang akan membawa kedamaian dan sedikit kenyamanan serta memperkuat kemampuan kita untuk hidup damai dengan mereka yang menginginkan kedamaian," tulis Eliyahu dalam sebuah unggahan di X.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: