terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Fakta Baru dari Penembakan Donald Trump saat Kampanye - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Fakta Baru dari Penembakan Donald Trump saat Kampanye
Jul 16th 2024, 07:02, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS

Dinas Rahasia bergerak melindungi mantan Presiden Donald Trump saat terjadi penembakan saat kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, 13 Juli 2024.  Foto: Reuters/Brendan McDermid
Dinas Rahasia bergerak melindungi mantan Presiden Donald Trump saat terjadi penembakan saat kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, 13 Juli 2024. Foto: Reuters/Brendan McDermid

Donald Trump mengungkap penyebab kematian Thomas Matthew Crooks. Pria 20 tahun itu adalah pelaku penembakan terhadap Trump.

Aksi Crooks dilakukan saat Trump sedang kampanye di Butler, Pennsylvania, pada Sabtu (13/7). Tembakan Butler membuat telinga Trump terluka.

Sehari usai kejadian Trump diwawancarai media New York Post. Dia menyebut mendapat laporan terkait tewasnya Crooks.

Trump membenarkan Crooks kehilangan nyawa akibat ditembak agen Secret Service yang menjaganya.

"Mereka menembaknya dengan satu tembakan tepat di antara kedua matanya," kata Trump seperti dikutip dari New York Post.

Trump memuji Secret Service atas aksi melindungi dirinya saat penembakan terjadi.

"Mereka melakukan pekerjaan luar biasa," puji Trump.

Tidak banyak info mengenai Crooks, otoritas di AS menyebut, Crooks tinggal di Bethel Park yang berjarak satu jam mengemudi dari lokasi kampanye Trump.

Selain itu, Crooks terdaftar sebagai seorang anggota Partai Republik. Akan tetapi, Crooks pernah memberikan donasi kepada Partai Demokrat.

Misteri Sepatu Trump yang Hilang Akhirnya Terpecahkan

Kandidat calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump dibantu oleh Secret Service setelah terdengar suara tembakan dalam sebuah acara kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, AS, (13/7/2024) waktu setempat. Foto: Brendan McDermid/REUTERS
Kandidat calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS Donald Trump dibantu oleh Secret Service setelah terdengar suara tembakan dalam sebuah acara kampanye di Butler Farm Show di Butler, Pennsylvania, AS, (13/7/2024) waktu setempat. Foto: Brendan McDermid/REUTERS

Misteri siapa yang menghilangkan sepatu Trump di tengah momen horor itu, menjadi salah satu cerita yang menyeruak.

Pada Sabtu (13/7) sore menjelang malam Trump menjadi sasaran pembunuhan oleh seorang remaja 20 tahun, Thomas Matthew Crooks. Trump ketika itu sedang kampanye di Pennsylvania.

Saat tembakan dilepaskan, peluru mengenai telinganya. Trump langsung menunduk untuk menyelamatkan diri namun saat bersamaan ia kehilangan sepatunya.

"Biarkan saya mengambil sepatu saya," kata Trump saat itu saat hendak dievakuasi agen Secret Service.

Tapi, agen Secret Service meminta Trump bergerak turun panggung. Sedangkan agen di tempat lain menembak mati Crooks.

Selang sehari setelah kejadian itu, Trump akhirnya memberi kesaksian perihal sepatunya. Dia menyebut, agen Secret Service yang membuat sepatunya itu lepas.

"Agen menabrak saya dengan kencang sampai sepatu saya terlepas," kata Trump pada wawancara khusus bersama New York Post.

Secret Service di Bawah Pengawasan Ketat Imbas Penembakan Trump

Direktur Secret Service, Kimberly Cheatle. Foto: Kamil Krzaczynski/AFP
Direktur Secret Service, Kimberly Cheatle. Foto: Kamil Krzaczynski/AFP

Secret Service di bawah pengawasan ketat akibat upaya pembunuhan terhadap Donald Trump, yang dijaga sejumlah agennya.

Trump mendapat pengamanan dari Secret Service seumur hidup karena dirinya pernah menjabat sebagai presiden dari periode 2016 sampai 2020.

Kejadian menimpa Trump menjadi perhatian khusus DPR AS. Ketua DPR, Mike Johnson, mengatakan panel terkait akan memanggil Secret Service, Kementerian Keamanan Dalam Negeri, dan FBI untuk dengar pendapat.

"Rakyat AS pantas mengetahui kebenarannya," kata Johnson seperti dikutip dari Reuters.

Pemanggilan Direktur Secret Service, Kimberly Cheatle, akan dilakukan DPR pada Juli 2022.

Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, memberikan pernyataan tentang peristiwa penembakan hingga pemanggilan pengawasan ketat pada Secret Service. Dia membantah membantah kabar bahwa mereka menolak permintaan pengetatan keamanan untuk Trump.

"Kami menambahkan sumber pengamanan dan kemampuan teknologi sebagai bagian peningkatan pada waktu kampanye," kata Guglielmi.

Penembak Donald Trump Sering Di-bully di Sekolah

Thomas Matthew Crooks. Foto: Bethel Park School District/via AP
Thomas Matthew Crooks. Foto: Bethel Park School District/via AP

Masa lalu pelaku upaya pembunuhan terhadap Donald Trump, Thomas Matthew Crooks, terungkap. Crooks tewas di tangan agen Secret Service usai mencoba menghabisi nyawa Trump.

Crooks beraksi saat berusia 20 tahun. Ia pernah mengenyam pendidikan di Bethel Park High School.

Menurut salah seorang teman sekolah Crooks, Jason Kohler, semasa sekolah pria itu terkenal pendiam. Crooks bahkan kerap menyendiri.

"Dia pendiam dan pernah di-bully. Dia sering sekali di-bully," kata Kohler seperti dikutip AFP.

Masih sedikit informasi yang terungkap mengenai Crooks. Otoritas AS hanya menyebut, Crooks tinggal di Bethel Park.

Selain itu, Crooks terdaftar sebagai seorang anggota Partai Republik. Akan tetapi, Crooks pernah memberikan donasi kepada Partai Demokrat.

Trump Mengaku Tuhan Menyelamatkan Nyawanya dari Penembakan

Thomas Matthew Crooks. Foto: Bethel Park School District/via AP
Thomas Matthew Crooks. Foto: Bethel Park School District/via AP

Donald Trump mengaku Tuhan menyelamatkan nyawanya. Pada Sabtu (13/7) lalu, Trump menjadi sasaran pembunuhan.

Sehari setelah kejadian, lewat unggahan di sosial media Truth Trump bersyukur kepada Tuhan karena nyawanya selamat.

"Tuhan sendiri yang mencegah sesuatu yang tak pernah terpikir terjadi," kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Trump kemudian meminta agar warga AS bersatu setelah kejadian yang menimpanya itu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: