terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Foto: Umat Muslim Mandalay Gelar Salat Idul Fitri Usai Diguncang Gempa Dahsyat - my blog
Mar 31st 2025, 15:01, by Syawal Darisman, kumparanNEWS
Umat Muslim melaksanakan salat subuh untuk memulai perayaan Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan di sebuah jalan dekat masjid yang hancur di Mandalay, Myanmar, Senin (31/3/2025). Foto: Sai Aung Main/AFPSuasana duka masih menyelimuti mereka saat hari perayaan Idul Fitri berlangsung. Tampak isak tangis dan doa mereka panjatkan kepada para korban yang sebelumnya terdampak gempa bumi dahsyat. Foto: Sai Aung Main/AFPTiga hari sebelumnya, Mandalay mengalami gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang menewaskan sedikitnya 1.700 orang di Myanmar dan negara tetangganya Thailand. Foto: Sai Aung Main/AFPFoto: Sai Aung Main/AFP
Umat Muslim menggelar salat Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan di sebuah jalan dekat masjid yang hancur di Mandalay, Myanmar, Senin (31/3/2025).
Suasana duka masih menyelimuti mereka saat hari perayaan Idul Fitri berlangsung. Tampak isak tangis dan doa mereka panjatkan kepada para korban terdampak gempa bumi dahsyat.
Tiga hari sebelumnya, Mandalay mengalami gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang menewaskan sedikitnya 1.700 orang di Myanmar dan negara tetangganya Thailand.
Umat Muslim melaksanakan salat subuh untuk memulai perayaan Idul Fitri, yang menandai berakhirnya bulan puasa Ramadan di sebuah jalan dekat masjid yang hancur di Mandalay, Myanmar, Senin (31/3/2025). Foto: Sai Aung Main/AFP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar