terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Begini Jurus Perum Bulog Bantu Ketahanan Pangan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Begini Jurus Perum Bulog Bantu Ketahanan Pangan
Jul 31st 2024, 21:22, by Abdul Latif, kumparanBISNIS

Perum Bulog. Foto: Perum Bulog
Perum Bulog. Foto: Perum Bulog

Berdasarkan prognosa neraca pangan nasional dari Badan Pangan Nasional, kebutuhan beras di Indonesia mencapai 31,2 juta ton per tahun. Sedangkan menurut Biro Pusat Statistik (BPS), telah terjadi penurunan produksi pada periode 4 bulan pertama di tahun 2024 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Hal ini dikarenakan berbagai faktor termasuk krisis iklim, fenomena El Nino serta menyusutnya jumlah lahan sawah. Ekonom Pangan dari Universitas Indonesia M. Ikhsan mengatakan, produksi beras Indonesia saat ini menurun.

Sedangkan kebutuhan akan beras naik. Itulah sebabnya indeks ketahanan pangan Indonesia berada di bawah Singapura, yang merupakan negara produsen beras.

"Sejak terjadinya Revolusi Hijau, masyarakat kita sangat tergantung kepada beras sebagai makanan utama karena tidak adanya diversifikasi pangan," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (31/7).

Perum Bulog. Foto: Perum Bulog
Perum Bulog. Foto: Perum Bulog

Untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat, dibutuhkan kerjasama antara para pelaku rantai pasok pangan dari hulu ke hilir. Itulah mengapa Perum Bulog mulai melakukan huluisasi.

Melalui program Mitra Tani, Perum Bulug mendampingi para petani termasuk memperbaiki dan membantu mengatasi masalah seperti kekurangan akses pupuk dan bibit unggul serta menjadi penjamin pembiayaan produksi.

"Saat ini sudah 1.000 Hektare lahan sawah yang menjadi Mitra Tani dari Perum BULOG dari target pengelolaan 100.000 Hektare. Tentunya jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah 7 juta Hektare sawah di Indonesia. Namun diharapkan melalui program pendampingan ini, kami bisa membantu meningkatkan produksi beras dari mitra-mitra kami serta menginspirasi program-program serupa lainnya," ucap Bayu Krisnamurthi selaku Direktur Utama Perum Bulog.

Selain huluisasi, Perum BULOG Gencar hilirisasi.

General Manager Unit Bisnis Perum BULOG Sentra Niaga Topan Ruspayandi menyampaikan, saat ini sudah ada 19.500 RPK dengan total omzet mencapai Rp 4,1 Triliun pada tahun 2023.

"Kami melakukan pengembangan jaringan ritel binaan di mana kami bekerjasama dengan masyarakat yang ingin membuka usaha bisnis perdagangan komoditas untuk menjadi mitra Rumah Pangan Kita (RPK)," ucapnya.

Tentunya keberadaan RPK juga makin memudahkan masyarakat luas untuk mendapatkan produk-produk Perum BULOG dalam memenuhi kebutuhan pangan harian. Hal ini juga menunjukkan komitmen Perum BULOG untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Perum Bulog. Foto: Perum Bulog
Perum Bulog. Foto: Perum Bulog

"Program transformasi dari hulu ke hilir yang sedang dilaksanakan oleh Perum BULOG memiliki 4 visi yaitu kepercayaan, kepemimpinan pada rantai pasok pangan, pelayanan prima dan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Kami berharap dalam waktu 5 tahun ke depan, bisa tetap menunjukkan kepemimpinan kami pada rantai pasok pangan sekaligus meraih kepercayaan masyarakat kembali. Tugas utama kami pada distribusi pangan adalah mengantarkan kebaikan," tutup Sonya Mamoriska Harahap, Direktur Transformasi dan Hubungan Antar Lembaga Perum Bulog.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: