terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Foto: Aksi Julian Johan Wakili Indonesia di Asia Cross Country Rally 2024 - my blog
Aug 23rd 2024, 10:00, by Fitra Andrianto, kumparanOTO
Ajang Asia Cross Country Really (AXCR) 2024 sudah berakhir. Tim balap asal Indonesia, Jejelogy GHP Law Firm yang beranggotakan Julian Johan dengan co-driver Chupong Chaiwan dan Recky Resanto berhasil menyelesaikan gelaran tersebut di posisi ke-4 secara keseluruhan. Foto: JejelogyAXCR 2024 digelar dari Surat Thani, sampai Kanchanaburi, Thailand dengan total jarak 2100 km yang dihelat sejak 11 sampai 17 Agustus. Foto: JejelogyKumparan sempat menghubungi Julian alias Jeje, Ia pun menceritakan pengalaman keduanya di ajang AXCR tahun ini. Foto: Jejelogy"Tahun ini kan tahun kedua saya ikut AXCR, tahun lalu tuh masih pembelajaran semuanya, masih sambil adaptasi semuanya. Tahun ini jadi mulai coba untuk lebih seriusin lagi udah pasang target gitu," buka Jeje saat dihubungi kumparan, Rabu (22/8). Foto: JejelogyTahun ini, Jeje tidak seperti tahun 2023, kali ini Ia menambah satu co-driver yakni Chupong. Karena di 2023 Jeje hanya berdua dengan Recky. Foto: Jejelogy"Jadi Cupong itu di tahun-tahun sebelumnya co-drivernya Mas Rifat. Tapi karena Mas Rifat nggak ikutan, jadi waktu itu Cupong nawarin ke saya, siapa tahu mau di co-driver-in dia," katanya. Foto: JejelogyKarena menurut Jeje balap rally cross country navigasinya sangat kompleks. Foto: JejelogyAkhirnya Dia setuju, terlebih Chupong merupakan co-driver yang emang sudah senior sehingga peran Chupong sangat membantu navigasi. Foto: JejelogyLanjut ke balapan, dari 6 Special Stage (SS) Jeje dan timnya sempat memimpin di SS 1 hingga 3. Foto: Jejelogy"Nah jadi untuk di beberapa hari pertama sih oke hasilnya di kelas kita klasemen di posisi pertama sampai SS ketiga. Jadi tiga SS awal alhamdulillah lancar, navigasinya oke, nggak ada kayak nyasarnya yang bikin waktu kebuang, jadi relatif tuh hasil waktunya bagus setiap kali finish," tukasnya. Foto: JejelogyNamun sayang, di SS ke-4 Jeje tidak berhasil menyelesaikan balapan alias DNF (Did Not Finish). Alasannya, karena ada masalah pada stater mobilnya. Foto: Jejelogy"Jadinya kita sempat pas lagi berhenti di dalam track itu kita matiin mesin, pas dinyalain lagi enggak mau distarter. Itu kendalanya di elektrik, di bagian sekring-sekring mobil, jadinya kita di SS ke-4 tuh gak bisa finish," ungkapnya. Foto: Jejelogy"Jadi setelah tim mekanik nyamperin, sudah dibenerin, mobilnya bisa nyala lagi, tapi kita punya sisa waktu itu di bawah 1 jam. Sementara kita untuk mencapai ke finis itu jarak masih 120 kilo lagi. Jadi udah enggak mungkin nih," lanjutnya. Foto: JejelogyAkibat insiden itu, Jeje yang awalnya memimpin klasemen terpaksa bergeser di posisi ke-4. Foto: JejelogyUntuk mengantisipasi mobilnya bermasalah, di SS kelima dan keenam Jeje bermain aman. Foto: JejelogySetelah gagal di SS keempat, Jeje sempat pesimis, Ia mengira bakal nangkring di posisi 7 atau 8. Foto: JejelogyTapi diluar dugaan dia berada di posisi keempat karena di tiga SS pertama punya tabungan waktu banyak dan berhasil finish di posisi pertama. Foto: Jejelogy"Kita akhirnya udah kayak, daripada SS kelima dan enam kita ngotot lagi terlalu 100 persen gitu ya gasnya, malah ada risiko kenapa-kenapa, udah kita mainnya lebih, santai aja 80 persen lah gitu," ujarnya. Foto: Jejelogy"Kita akhirnya udah kayak, daripada SS kelima dan enam kita ngotot lagi terlalu 100 persen gitu ya gasnya, malah ada risiko kenapa-kenapa, udah kita mainnya lebih, santai aja 80 persen lah gitu," ujarnya. Foto: Jejelogy
Indonesia kembali ikut ambil bagian di ajang Asia Cross Country Rally (AXCR), tahun ini Julian Johan dan dua co-driver-nya yakni Chupong Chaiw dan Recky Resanto sukses menyelesaikan kompetisi tersebut.
Julian Johan alias Jeje yang tergabung di Jejelogy GHP Law Firm sukses menduduki peringkat keempat.
AXCR 2024 digelar di Thailand dengan rute Surat Thani hingga Kanchanaburi. Balapan yang digelar dari 11 Agustus hingga 17 Agustus tersebut punya 6 Special Stage (SS) dengan total jarak 2.100 km.
Pada SS pertama hingga ketiga, Jeje berhasil finish di posisi pertama. Sedangkan di SS keempat Jeje tidak menyelesaikan balapan dikarenakan mobilnya mengalami masalah di tengah balapan.
Mobil yang dikendarainya tidak bisa distarter dan waktunya sudah hampir selesai.
Sementara di SS ke-5 dan ke-6 Jeje berusaha bermain aman untuk menghindari mobilnya mengalami masalah lagi. Dari usahanya tersebut Jeje finis diurutan kedua.
Sehingga dari keseluruhan balapan AXCR 2024, Jeje dan tim nya sukses mengakhiri balapan di posisi keempat.
Di tahun depan, Jeje akan kembali tampil dengan tim yang sama dan yang sama. Selain itu Jeje sudah menargetkan bakal naik podium.
Aksi tim Indonesia, Jejelogy GHP Law Firm di gelaran Asia Cross Country Rally (AXCR) 2024. Foto: Jejelogy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar