terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Jokowi Resmikan 5 Ruas Jalan Daerah di NTB, Anggaran Rp 211 M - my blog
Presiden Joko Widodo meresmikan Inpres Jalan Daerah di Sulawesi Tengah. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi memulai kegiatannya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan meresmikan 5 ruas jalan daerah yang berada di 4 kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Bima.
Peresmian 5 ruas jalan itu merupakan implementasi Inpres Jalan Daerah yang anggarannya diambil dari APBN. Anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 211 miliar.
"Pembangunan dan perbaikan jalan di provinsi NTB pada tahun lalu telah dibangun dan diperbaiki 5 ruas jalan di 4 kabupaten, yaitu di Lombok Barat, di Sumbawa Barat, di Sumbawa, dan di Bima. Total panjang 40,6 kilometer," kata Jokowi dalam sambutannya, Kamis (2/5).
Jokowi berharap infrastruktur itu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat dan perputaran ekonomi. Apalagi, anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan dan perbaikan 5 ruas jalan itu besar.
"Dan kita harapkan dengan jalan ini kecepatan logistik akan semakin baik, jalan-jalan menuju ke kawasan-kawasan produktif baik itu kawasan pertanian, kawasan perkebunan semuanya bisa ditunjang oleh jalan yang baik," ujarnya.
"Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini saya resmikan pelaksanaan Inpres Jalan Daerah di provinsi NTB," tutur Jokowi.
Dalam kegiatan itu, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar