terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Sri Mulyani Waspadai Geopolitik dan Iklim Bisa Pengaruhi Asumsi Inflasi di 2025 - my blog
Aug 27th 2024, 12:14, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Menkeu Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Parlemen DPR, Selasa (20/8/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Asumsi inflasi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 mencapai 2,5 persen, lebih rendah dibanding asumsi di 2024 yaitu 2,8 persen. Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani tetap mewaspadai pergerakan inflasi tahun depan.
"Meskipun dengan target 2,5 persen kita harus tetap waspada dengan karakter inflasi yang dipicu oleh hal yang tidak bisa dikontrol," kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 tentang tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas RUU APBN 2025 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Selasa (27/8).
Sri Muyani menjelaskan faktor yang harus diwaspadai seperti geopolitik dan iklim. Kedua faktor tersebut dinilai dapat mempengaruhi sektor gas dan pangan.
"Seperti geopolitik yang bisa mempengaruhi komoditas dan gas, dan juga perubahan iklim yang sangat mempengaruhi ketersediaan dan ketahanan pangan dunia," terang Sri Mulyani.
Sri Mulyani menyebut pihaknya akan terus menjaga tingkat konsumsi rumah tangga. Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah penciptaan lapangan kerja, serta dukungan daya beli terhadap kelompok menengah ke bawah.
"Pada sisi domestik tingkat konsumsi rumah tangga masih terus dijaga, terutama dengan target inflasi yang terus dikendalikan, penciptaan lapangan kerja baru dan penggunaan perlindungan sosial untuk menjaga daya beli terutama kelompok menengah ke bawah," ujar Sri Mulyani.
"Dari sisi domestik pemerintah akan terus mengendalikan harga pangan," tambahnya.
Selain soal asumsi inflasi, Sri Mulyani juga menyebut asumsi pertumbuhan ekonomi di 2025 yang diperkirakan sebesar 5,2 persen dinilai realistis baik oleh pemerintah maupun DPR.
Sri Mulyani juga memperhitungkan beberapa resiko global seperti kemungkinan melambatnya pertumbuhan ekonomi China pada 2025.
"Resiko global seperti fragmentasi dan likuiditas yang masih cukup ketat, serta melambatnya pertumbuhan ekonomi RRT sebagai perekonomian terbesar kedua di dunia akan berlanjut di tahun 2025," tutur Sri Mulyani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar