terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Tempe, Superfood Asli Indonesia yang Ramah Lingkungan - my blog
Sep 4th 2024, 10:54, by Azalia Amadea, kumparanFOOD
Ilustrasi tempe. Foto: Ricky_herawan/Shutterstock
Tempe adalah pangan nabati berbasis bahan alami. Proses pembentukan tempe juga berjalan secara alami. Itulah mengapa, tempe disebut sebagai bahan pangan yang ramah lingkungan.
Dr. Amadeus Driando Ahnan-Winarno, co-founder Indonesian Tempe Movement mengatakan kepada kumparanFOOD, tempe merupakan makanan enak, menyehatkan, alami, terjangkau, juga ramah lingkungan.
Untuk itulah, organisasi ini memiliki visi untuk mempromosikan tempe dan memberi akses pada banyak orang; bahwa tempe adalah makanan nutrisi tinggi, ramah lingkungan, serta terjangkau.
"Ibaratnya, kami ini seperti kotak pasir. Mengajak banyak orang untuk buat istana pasir juga mengambil perhatian orang akan manfaat tempe. Menyadarkan mereka pula, kalau ada, lho makanan tinggi nutrisi, lebih ramah lingkungan, pastinya juga terjangkau," ujarnya saat kumparan hubungi.
Andro menjelaskan, dibandingkan dengan sumber makanan protein lain, semisal daging sapi, tempe lebih memiliki pengaruh baik terhadap sustainability. Penemuan ini dia sebarkan melalui disertasi yang dia lakukan di University of Massachusetts Amherst sewaktu dia berkuliah S3.
Inovasi tempe dengan bunga telang Foto: Dok.tempemovement/instagram
Salah satu poin dalam disertasinya tersebut membahas mengenai sustainability. Menurutnya, penggunaan energi pembuatan tempe empat kali lipat lebih hemat dibanding mengolah daging sapi.
"(Tempe) dua puluh kali lebih hemat dalam mengeluarkan gas rumah kaca, yang mana bisa menyebabkan pemanasan global. Nah, berbicara harganya, tempe itu delapan kali lebih murah daripada daging sapi di Indonesia," tambahnya.
Kepopuleran tempe sebagai makanan Indonesia, kian hari kian populer. Hal ini juga diamini oleh Andro. Dia menegaskan bahwa tempe cukup relevan dengan dengan gaya hidup zaman sekarang. Terlebih dengan tema sustainable food yang kian diusung oleh banyak perusahaan penyedia produk makanan.
Begitu juga dengan limbah tempe; baik limbah cair maupun padat hasil dari pembuatan tempe bisa dimanfaatkan sebagai bahan daya guna. Misalnya, limbah cair tempe mengandung protein asam amino yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Tak hanya itu, kamu juga bisa memanfaatkannya sebagai pupuk kompos.
Ilustrasi tempe. Foto: Ika Rahma H/Shutterstock
Selanjutnya, berdasarkan data dari Our World in Data pada 2018, untuk menghasilkan 1.000 kilokalori daging sapi setidaknya bisa menghabiskan lahan seluas 119,49 meter persegi. Sementara 1.000 kilokalori kacang-kacangan hanya membutuhkan lahan 2,11 meter persegi.
Kemudian dari sisi gas rumah kaca, satu kilogram daging sapi dapat menghasilkan emisi gas sebesar 99,48 kgCO2eq, sementara satu kilogram kacang-kacangan hanya menghasilkan 0,43 kgCO2eq.
"Makanan-makanan berbasis hewani memang lebih banyak memberikan emisi gas rumah kaca dibandingkan makanan nabati," ujar Guru Besar FMIPA IPB Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc., seperti dikutip dari Antara.
Nah, maka itu, dengan kamu mengonsumsi tempe bukan hanya nikmat dan bermanfaat bagi kesehatan, melainkan pula, superfood ini juga bisa menjadi salah satu bentuk nyata kamu peduli terhadap green lifestyle masa kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar