terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Rentan Jadi Korban Penipuan Online, Ini yang Harus Dilakukan Kalangan Perempuan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rentan Jadi Korban Penipuan Online, Ini yang Harus Dilakukan Kalangan Perempuan
Sep 1st 2024, 12:43, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)

Edukasi Keuangan bagi Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga bertema 'Perempuan Pejuang Ekonomi Keluarga'. Foto: Humas BI Jatim
Edukasi Keuangan bagi Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga bertema 'Perempuan Pejuang Ekonomi Keluarga'. Foto: Humas BI Jatim

Kalangan perempuan sebagai ibu rumah tangga maupun pelaku UMKM cukup rentan mengalami berbagai risiko. Termasuk keamanan dalam ruang ekonomi digital. Apalagi saat ini marak terjadi berbagai kejahatan digital seperti penipuan, pinjaman online ilegal, dan lainnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya literasi keuangan kepada masyarakat, khususnya kepada kelompok perempuan pelaku UMKM, sehingga dapat memanfaatkan layanan produk dan jasa keuangan yang legal untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, literasi keuangan penting agar masyarakat terhindar dari penawaran pinjaman online ilegal serta penipuan berkedok investasi.

"Ibu-ibu ketika kita menggunakan produk dan jasa keuangan, ibu-ibu pertama harus paham dulu. Karena banyak sekali mereka di luar sana yang mengincar kita untuk menipu kita. Kalau kita sudah pakai produk dan jasa keuangan yang benar, jangan menggunakan produk dan jasa keuangan yang ilegal," ujar Friderica saat menjadi narasumber dalam kegiatan Edukasi Keuangan bagi Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga bertema 'Perempuan Pejuang Ekonomi Keluarga' yang digelar di Surabaya, belum lama ini.

"Ibu-ibu harus cerdas keuangan ya, harus pintar mengelola keuangan keluarga, harus bisa menjaga diri dan keluarga dari berbagai modus penipuan untuk masa depan yang sejahtera," imbuhnya.

Senada dengan Friderica, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan tentang pentingnya untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan khususnya secara digital.

"Bank Indonesia mengajak Ibu-Ibu untuk selalu peka terhadap transaksi keuangan, yaitu dengan peduli dan tahu benar apa yang dilakukan juga mengenali untuk apa transaksinya, kalau ada apa-apa jangan takut untuk speak up diadukan ke nomor-nomor pusat pengaduan," kata Destry.

Destry mengungkapkan bahwa saat ini juga ada tren perempuan memiliki akses terhadap teknologi digital yang lebih tinggi dibanding pria.

"Maka jika tidak diimbangi literasi keuangan yang baik, tentu akan merugikannya. Seperti terjerat pinjol, judi online, itu karena pemahaman yang rendah. Perlu dipahami bagaimana menggunakan sistem pembayaran yang baik," tutur Destry.

Ia lantas membagikan beberapa tips agar perempuan tidak menjadi korban kejahatan digital dalam bidang keuangan. Di antaranya tidak mudah percaya dengan kode QRIS yang saat ini mulai menjadi metode pembayaran favorit masyarakat. Selain itu memastikan nama merchant atau penerima QRIS sesuai dengan tujuan saat bertransaksi.

Berikutnya, waspadai modus penipuan online melalui pengiriman aplikasi atau dokumen mencurigakan. Serta jangan mudah melakukan klik terhadap tautan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Teknologi saat ini membawa kemudahan, namun juga memunculkan tantangan baru. Ibu-ibu harus pintar dalam mengoperasikan layanan digital, harus selalu waspada terhadap berbagai risiko," tandasnya.

Kegiatan edukasi keuangan ini terselenggara secara hybrid dengan jangkauan peserta sebanyak 1.670 peserta Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga terdiri dari 366 peserta yang hadir secara tatap muka dan 1.304 peserta hadir secara online.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: