terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Keren! Siswi SMA Ini Kerap Juarai Kompetisi Akademik Global dan Jago Main Harpa - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Keren! Siswi SMA Ini Kerap Juarai Kompetisi Akademik Global dan Jago Main Harpa
Sep 4th 2024, 10:50, by Nur Khafifah, kumparanMOM

Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi

Sering kali anak-anak yang berprestasi di bidang akademik kemampuannya cenderung dominan di bidang akademik saja. Tapi tidak demikian dengan Sherazade Nurul Amira Prasetyo (16), atau yang akrab disapa Shera.

Siswi kelas XI British School Jakarta ini punya banyak medali dari kejuaraan internasional di bidang akademik maupun seni, lho! Ya Moms, Shera dan rekan 1 timnya baru saja membawa pulang 3 piala dari kompetisi World Scholar's Cup Global Round di Seoul, Korea, pada tanggal 25 -31 Juli 2024. Di sisi lain, tahun ini ia juga meraih penghargaan Gold with Honours Award pada kejuaraan musik harpa, Prestige Harp Award Singapore 2024, untuk kategori Senior Ensemble.

Apa Itu World Scholar's Cup (WSC)?

Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi

World Scholar's Cup merupakan kompetisi akademik yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai negara dan mencakup berbagai disiplin ilmu seperti bahasa, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lainnya. World Scholar's Cup tidak hanya menguji pengetahuan akademik peserta melalui berbagai tantangan seperti debat, esai, dan kuis, tetapi juga mendorong kerja sama tim dan keterampilan berpikir kritis.

Setiap tim dalam kompetisi ini beranggotakan 3 orang. Mereka mendaftar mandiri, tapi biasanya membawa nama sekolah. Nah tahun ini, Shera mengajak adiknya yang bersekolah di British School Jakarta, Ardashir Ghazi Prasetyo, dan temannya yang juga pelajar British School Jakarta, Vivaan Sukhadia.

Ibunda Shera, Nurbaiti Hafmaya, menyebut sebelum bertanding ke Korea, Shera dan tim sudah memenangi kompetisi WSC nasional yang digelar di Jakarta pada Maret 2024. Setelah memenangi WSC Jakarta, ketiga anak berprestasi itu belajar giat untuk mempersiapkan lomba di Seoul, Korea. Bahkan di sela-sela libur sekolah, mereka memanfaatkannya untuk persiapan kompetisi dengan latihan debat, menulis, dan belajar, lho!

"Shera dan Arzi juga mengajar adik-adik kelas untuk mempersiapkan WSC di level junior," kata Betty, sapaan akrab Nurbaiti, kepada kumparanMOM.

Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi

Berkat kerja keras tersebut, mereka membawa lebih dari 3 piala dan lebih dari 30 medali emas dan perak dari berbagai kategori. Khusus tim Shera, mereka meraih 3 medali, yakni Juara Umum 2 Senior Division, Juara 1 Scholars Bowl (cerdas cermat), dan Juara 3 Scholars Challenge (mengerjakan soal pengetahuan umum) setelah berkompetisi dengan sekitar 250 tim dari berbagai sekolah. Para peserta berasal lebih dari 30 negara dunia seperti Korea, Jepang, Australia, Canada, UAE, Israel, Singapore, Thailand, Vietnam, Kenya, dan lain-lain.

Berkali-kali Menang WSC

Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti kompetisi WSC di Korea. Foto: Dok. Pribadi

Ternyata ini bukan kali pertama siswi yang hobi baca buku dan mendengarkan musik ini berkompetisi di ajang WSC. Betty menyebut, Shera pertama kali ikut WSC pada tahun 2018 saat ia masih duduk di bangku kelas 5 SD. Di ajang pertamanya itu, ia langsung berhasil membawa pulang 2 medali, yakni Second best Champion Scholar dan medali emas.

"Awalnya Shera ditawari oleh pihak sekolah. Namun setelah menjalani lombanya, Shera selalu semangat untuk ikut," ujar Betty.

Ya Moms, setelah pengalaman perdana itu, Shera selalu mengikuti kompetisi WSC dan selalu pulang membawa medali. Pada 2023, ia bahkan meraih medali emas di Yale University World Scholars Cup Tournament of Champion. Ini adalah puncak turnamen WSC.

Selain WSC, Shera juga sering mengikuti kompetisi akademik lain di tingkat nasional maupun internasional, seperti Global Round World Scholars Cup, Seoul Korea - 2023;

International Competition and Assessment for School (ICAS), English Category - 2018, dan masih banyak lagi. Tak cuma ikut lomba, Shera yang selalu latihan keras ini juga tak pernah pulang tanpa medali.

Anak Indonesia sangat bisa bersaing di dunia global. Lakukan segala sesuatu dengan fokus dan konsisten dan manfaatkan waktu luang untuk belajar dan menguasai keahlian," kata Shera.

Ketertarikan pada Harpa Sejak Kecil

Sherazade saat usia 9 tahun. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat usia 9 tahun. Foto: Dok. Pribadi

Jika pengalaman Shera mengikuti lomba WSC dimulai sejak tahun 2018, pengalaman lomba harpa justru lebih awal, yakni 2017. Saat itu ia baru menjadi delegasi dari Indonesia pada ajang Harp Festival Singapore.

Lambat laun kemampuannya terus meningkat. Anak sulung dari pasangan Nurbaiti Hafmaya dan Harsya Prasetyo ini rutin mengikuti berbagai kompetisi harpa internasional di Singapura hingga Hong Kong, setiap tahun. Terakhir, pada 2024, dia meraih Gold with Honours Award for International Prestige Harp Award – Senior Ensemble Category.

Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi

International Prestige Harp Award ini adalah ajang bergengsi untuk pemain harpa muda dunia dalam berkompetisi sekaligus belajar dan meningkatkan skill. Mereka bisa bertemu dengan pemain harpa muda berbakat lainnya dan juga para maestro harpa dunia seperti Katryna Tan, Willi Maerz, Mieko Inoue, Ema Mitarai, dan Shuyan Sun.

Moms, saat ini jumlah pemain harpa, khususnya di Indonesia, sangat terbatas. Keahlian bermain harpa membutuhkan alat musik khusus dan latihan yang tekun dan konsisten untuk menguasainya.

Selain lagu lagu klasik sebagai standar akademis musik, Heidi Awuy (founder) Harp School Indonesia-- tempat Shera belajar Harpa-- mengangkat dan memperkenalkan lagu-lagu Indonesia melalui instrumen harpa di berbagai ajang regional dan internasional. Lagu lagu yang telah diperkenalkan di berbagai ajang regional dan internasional seperti lagu Jali Jali, Hari Merdeka, Tanah Airku, Bengawan Solo, dan masih banyak lagi.

Apa Rahasia di Balik Segudang Prestasi yang Diraih Shera?

Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi

Betty menyebut, sejak kecil Shera suka membaca buku. Bahkan sampai saat ini, ketika sudah disibukkan dengan berbagai macam kompetisi, latihan, dan sekolah, Shera masih selalu menyempatkan membaca buku. Kemampuan literasinya ini, kata Betty, yang membuat Shera mudah memahami pelajaran dan materi-materi sekolah maupun di luar sekolah.

Selain itu, sulung dari 2 bersaudara itu juga selalu ingin memberikan yang terbaik dalam apa pun yang dia lakukan.

Salah satu skill yang dibutuhkan di masa depan adalah skill untuk terus belajar. Dengan perkembangan informasi dan teknologi yang luar biasa pesat, kita harus adaptable, dan siap untuk selalu belajar hal baru," Sherazade.

Asah kemampuan untuk "Learn, Unlearn, and Re-learn". Dengan mengikuti kompetisi dan hal hal yang baru, kita akan terus berlatih untuk belajar dan menggali potensi diri," imbuh siswi yang juga hobi nonton konser ini.

Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi
Sherazade saat mengikuti ajang harpa internasional. Foto: Dok. Pribadi

Di sisi lain, sebagai orang tua, Betty dan suami selalu memberikan semangat dan motivasi pada Shera dan Arzi. Apa pun minat anak, mereka selalu memberi dukungan penuh dan memberikan fasilitas yang diperlukan.

"Kami membantu mengatur prioritas hariannya, menyediakan kebutuhan Shera, mendampingi saat lomba, dan tentunya berdoa tiada henti terutama saat Shera sedang berjuang," kata Betty.

Keren sekali, Shera! Semangat untuk kompetisi selanjutnya, dan teruslah menginspirasi anak-anak muda lainnya, ya!

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: