terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Hasil Survei: Trump dan Kamala Kejar-kejaran Jelang Debat Kedua Pemilu AS - my blog
Sep 9th 2024, 12:31, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS
Kolase foto calon presiden Partai Republik 2024 Donald Trump (kanan) dan Wakil Presiden AS Kamala Harris. Foto: Brendan SMIALOWSKI dan Patrick T. Fallon / AFP
Menjelang debat kedua Pemilu Amerika Serikat (AS) 2024, persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris semakin ketat. Jajak pendapat nasional terbaru menunjukkan perolehan suara kedua kandidat yang hampir imbang.
Menurut survei New York Times dan Siena College yang dirilis Minggu (8/9), Trump unggul tipis dengan 48% dibandingkan Harris yang meraih 47%.
Selisih ini berada dalam margin eror survei sebesar tiga poin persentase, menunjukkan hasil Pemilu 5 November mendatang masih sangat tidak pasti.
Di negara bagian penentu, survei CBS/YouGov menunjukkan hasil serupa. Harris unggul tipis di Michigan (50%-49%) dan Wisconsin (51%-49%), sementara keduanya imbang di Pennsylvania.
Mantan Presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menghadiri acara kampanye, di Chesapeake, Virginia, AS 28 Juni 2024. Foto: Brendan McDermid/Reuters
Walau Trump baru saja melewati masa sulit kampanye setelah Presiden Joe Biden mundur dari pencalonan, ia tetap mendapat dukungan kuat dari basis pemilihnya.
Di sisi lain, survei NYT mengungkap 28% pemilih masih merasa perlu mengetahui lebih banyak tentang Kamala, sedangkan hanya 9% merasa demikian terhadap Trump.
Debat kedua yang akan digelar pada Rabu (11/9) pagi WIB diperkirakan akan menjadi momen krusial.
Kamala diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan yang direncanakannya dan meraih dukungan lebih besar.
Meski begitu, isu ekonomi dan inflasi akan menjadi tantangan baginya. Dalam hal ini, Trump masih lebih dipercaya oleh pemilih kulit putih kelas pekerja dan tidak berpendidikan perguruan tinggi dalam hal penyediaan peluang ekonomi (53%-27%).
Wakil Presiden AS dan calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris di markas kampanyenya di Wilmington, Delaware, AS, Senin (22/7/2024). Foto: Erin SCHAFF / POOL / AFP
Dikutip dari Guardian, Ketua Tim Kampanye Kamala, Jen O'Malley Dillon, mengakui bahwa mereka adalah "kuda hitam" dalam persaingan ini, namun tetap optimis dengan strategi penggalangan dana yang agresif untuk memastikan kemenangan pada November.
Sejak menggantikan Biden sebagai kandidat utama Demokrat, Kamala gencar berkampanye. Tapi dirinya tetap membatasi penampilan tak tertulis dan wawancara dengan media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar