terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Komnas Perlindungan Anak Ungkap Penyebab Anak SD Sudah Bertunangan - my blog
Jun 26th 2024, 06:50, by Masruroh, BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya Syaiful Bachri. Foto: Masruroh/Basra
Bertunangan di usia yang masih dini rupanya masih banyak terjadi di masyarakat, terutama di kalangan masyarakat Madura. Perjodohan merupakan penyebab anak usia dini bisa bertunangan dengan mereka yang berusia lebih dewasa.
Biasanya pertunangan ini dialami anak perempuan yang masih berusia dini dengan pria dewasa yang usianya terpaut jauh dengannya.
"Biasanya karena perjodohan ya. Jadi anak dijodohkan orang tuanya, kemudian mereka menggelar pertunangan sebelum menikah," ungkap Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya Syaiful Bachri, kepada Basra, Selasa (25/6) malam.
Syaiful menuturkan perjodohan sudah menjadi tradisi turun menurun di kalangan masyarakat Madura dan menjadi hal yang sulit untuk dicegah. Minimnya pengetahuan masyarakat akan bahaya pernikahan dini menjadi penyebab utama tradisi masih terus berlangsung di kalangan masyarakat.
"Ya karena mereka tidak mengetahui bahaya pernikahan dini. Makanya tradisi perjodohan bisa terus ada. Inilah pentingnya sosialisasi yang harus dilakukan secara masif kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan dini," terang Syaiful.
Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan sebelum mencapai usia 18 tahun. Selain bisa berdampak buruk bagi kesehatan, pernikahan dini juga berpotensi memicu kekerasan seksual dan pelanggaran hak asasi manusia.
Menurut Syaiful, sosialisasi terkait bahaya pernikahan dini perlu dilakukan dengan menggandeng para ulama. Pasalnya, masih banyak kalangan masyarakat yang menjadikan ulama sebagai panutannya.
"Dibandingkan pemerintah, mungkin mereka lebih nurut ke ulama ya. Nah di sinilah pentingnya peran ulama dalam sosialisasi terkait dampak negatif dari pernikahan dini," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar