terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Ekonom CORE Nilai Rupiah Melemah Sesaat, Tak Akan Sentuh Rp 17.000 per Dolar AS - my blog
Jun 17th 2024, 09:26, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka Rp 16.412 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (14/6), dinilai sebagai fenomena sesaat.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memandang nilai tukar rupiah tidak akan sampai pada level Rp 16.500 per dolar AS atau bahkan Rp 17.000 per dolar AS.
"Kemungkinan besar ke depannya ini masih pergerakan sesaat atau fenomena sesaat pelemahan ini, dalam artian belum akan terus berlanjut ya sampai lebih dari Rp 16.500 atau tidak akan sampai melemah sampai Rp 17.000," kata Faisal kepada kumparan, Minggu (16/6).
Menurut Faisal, hal ini dikarenakan penyebab utama pelemahan rupiah ini adalah faktor global, khususnya Federal Reserve yang urung menurunkan suku bunga acuan Amerika Serikat pada paruh kedua tahun ini.
"Sepertinya akan paling cepat akan dilakukan di akhir tahun, itu jadinya ini kemudian memberikan tekanan kepada mata uang negara-negara emerging market termasuk Indonesia," jelas Faisal.
Terlebih di dalam negeri, Faisal meyakini Bank Indonesia (BI) juga akan melakukan berbagai langkah intervensi untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. "Baik dengan menggelontorkan cadangan devisa maupun juga kebijakan yang lain," imbuh Faisal.
Meski sesaat, Faisal mengakui pelemahan rupiah tetap akan berpengaruh pada berbagai sektor usaha, utamanya yang mengandalkan bahan baku atau penolong impor.
"Akan membuat barang-barang impor menjadi lebih mahal, artinya akan mengakibatkan ekonomi biaya tinggi bagi konsumen di dalam negeri yang memberi barang impor barang-barang jadi maupun juga bagi industri yang mengimpor bahan baku khususnya dari luar negeri," tutur Faisal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar