terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
SSS#9: Bourdieu dan Metode Ilmiah Habitus - my blog
Jun 26th 2024, 07:04, by Jan Ekklesia, Jan Ekklesia
SSS#9 : Bourdieu dan Metode Ilmiah Habitus, Sumber: Dok. Pribadi
Halo, teman-teman kumparan! Tulisan ini merupakan konten dari Self, Social, Society (SSS). Tulisan ini secara garis besar akan membahas mengenai para tokoh sosial/hukum/politik/psikologi dan teorinya, dikemas dalam bentuk series, sederhana, dan mudah dimengerti.
Only in imaginary experience (in the folk tale, for example), which neutralizes the sense of social realities, does the social world take the form of a universe of possibles equally possible for any possible subject.- Pierre Bourdieu, from The Logic of Practice
Membahas Bourdieu tidak terlepas dari sosiologi dan teori-teori yang keras menentang arus diskurus yang lazim terjadi pada akhir abad-20. Sumbangsihnya setara dengan Peter L. Berger dengan konstruksi sosial atau Anthony Giddens dengan strukturasi. Kenyataan teori-teori yang terlampau dikotomis (struktur-agen, subjektivisme-objektivisme, teori-praktis, individu-masyarakat) membuat Bourdieu mencari jalan keluar atas permasalahan yang tidak sepenuhnya menggambarkan realitas sosial itu.
Relasionalitas Bourdieu ini yang kemudian dirancang tidak hanya menjadi ide teoretis yang ditulis dalam buku tebal, melainkan juga sebagai metode yang menjembatani perdebatan dikotomis dalam teori-teori sosial budaya. Salah satu grand book terkenal Bourdieu adalah The Logic of Practice (1980). Di dalam bukunya, Bourdieu secara rinci menjelaskan bahwa tindakan sosial sering kali tidak didasarkan pada logika praktis yang tidak selalu rasional. Jika kembali melihat pemikiran James Coleman tentang Rational Choice (1992), perilaku manusia ditentukan oleh pilihan-pilihan ekonomi (untung-rugi). Namun, perilaku manusia bagi Bourdieu tidak demikian.
Untuk itu, pertama-tama perlu memahami konsep habitus. Habitus digunakan pada setting utama Bourdieu karena habitus memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menjelaskan how dan why para agen memahami (conceive) dan merekonstruksi ((re)construct) dunia sosial. Melalui habitus, Bourdieu ingin membongkar perilaku yang terinternalisasi, persepsi, dan kepercayaan yang dibawa individu dari generasi ke generasi, sekaligus diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari (Costa & Murphy, 2015).
Habitus adalah proses sosial yang lebih dari sekadar akumulasi pengalaman. Habitus adalah proses sosial kompleks yang dihidupi baik oleh individu maupun kelompok untuk terus menerus terstruktur dan berkembang. Di dalam praktiknya, habitus digunakan untuk membenarkan cara pandang, nilai, tindakan, dan posisi sosial seseorang. Sama pentingnya, habitus dapat dilihat sebagai agen kesinambungan dan tradisi, dan juga sebagai kekuatan perubahan.
Beberapa topik yang dapat dieksplorasi dari konsep habitus antara lain:
Pendidikan
Mobilitas sosial dan ekonomi
Migrasi
Generasi muda dan kejahatan
Praktik digital
Selain habitus, beberapa konsep besar Bourdieu antara lain kapital (meliputi sosial, budaya, ekonomi, dan simbolik), arena (ruang sosial tempat mendapat sumber daya dan kekuasaan), kekerasan simbolik (dominasi kelompok dengan paksaan nilai atau norma), dan doxa (keyakinan yang diterima dalam suatu masyarakat atau arena secara taken for granted dan tidak perlu diperdebatkan). Ke semuanya digunakan untuk selalu mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat pada masanya.
Kemarahan terhadap ketidakadilan dunia kontemporer tetap konstan di seluruh karya Bourdieu. Beberapa karya dan gagasan Bourdieu bagi perkembangan penelitian sosiologi diungkap dalam tiga hal: (1) Teori dan konsep Bourdieu selalu didukung oleh desain metodologinya; (2) Teori dan konsep Bourdieu menghasilkan pendekatan yang bermakna, kompleks, dan kaya, yakni sistem eksternal dan pengalaman manusia, dunia objektif dan subjektif, dipertimbangkan dan dianalisis secara interdependen; (3) Teori dan konsep Bourdieu memiliki potensi untuk mencapai pemberdayaan baik bagi peneliti maupun yang diteliti melalui kerangka kerja konseptual yang bertujuan untuk mendamaikan teori dengan praktik melalui metode.
***
Apa yang membedakan habitus dengan strukturasi maupun konstruksi sosial pada umumnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar