terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Koperasi di Gunungkidul Akui Kurangi 75 Persen Kehadiran Rentenir di Gunungkidul - my blog
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Giri Arta Syariah Gunungkidul telah mengurangi eksistensi rentenir hingga 75 persen di kawasan pasar Gunungkidul. Hal itu diakui oleh General Manager Giri Arta Syariah, Wahyu Purwanto.
"Rentenir yang masuk ke kawasan pasar berkurang sekitar 75%. Saya memantau langsung. Sebelumnya, bisa ada 10 rentenir, sekarang bisa saja sisa 2 atau bahkan 1," kata Wahyu saat dihubungi oleh Pandangan Jogja, Kamis (13/6).
Menurut Wahyu, penurunan angka rentenir ini sangat penting untuk kemajuan roda ekonomi masyarakat. Ia memaparkan bahwa ketidakjelasan badan hukum rentenir bisa berbahaya dan perlu dieliminasi.
Maka dari itu, Wahyu memiliki visi dengan KSPPS Giri Arta Syariah agar kemudian dapat menyediakan wadah yang aman bagi masyarakat di daerah Gunungkidul dalam melakukan kegiatan simpan pinjam.
"Kita ada upaya sesuai dengan visi pemerintah sedapat mungkin mengikis rentenir. Awal mulanya Giri Arta Syariah berorientasi dari rentenir di pasar-pasar, terutama Gunungkidul. Mereka itu biasanya dari personal yang berasal dari luar Gunungkidul dan menimbulkan side effect yang tidak bagus untuk masyarakat di sini," jelasnya.
KSPPS Giri Arta Syariah yang berpusat di Purwosari, Gunungkidul, sudah berdiri sejak 2012, dan kini sudah memiliki anggota hingga 18 ribu orang yang mayoritas merupakan petani, pedagang, dan nelayan.
Dalam mengedukasi masyarakat, Wahyu menjelaskan bahwa mereka menggunakan sistem jemput bola, pola yang juga sama dilakukan dengan rentenir. Tujuannya, mereka lebih berkenaan dengan masyarakat sehingga rentenir dapat lebih cepat tereliminasi.
Namun, proses yang mereka lakukan juga memiliki tantangan. Oleh karena mereka berbadan hukum, maka pergerakan mereka yang dituntut cepat tetap harus berlandaskan pada regulasi yang sesuai.
"Tentu saja sistem pelayanan cepat harus mengacu pada regulasi yang ada secara normatif. Kita memerlukan SDM yang banyak juga untuk mengantisipasi peredaran uang yang ada di rentenir," ucap Wahyu.
Wahyu juga menjelaskan bahwa sekarang mereka juga sedang menghadapi tantangan baru, yaitu pinjaman online (pinjol).
"Tantangannya sekarang di pinjol. Hal ini kami serahkan kembali ke otoritas yang berwenang," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar