terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
KPPU Tegaskan Jangan Sampai Ada Kartel yang Bikin Harga Bawang Putih Naik - my blog
May 21st 2024, 20:59, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Anggota KPPU, Eugenia Jenny Mardanugraha dan Ketua Umum KPPU Fanshurullah Asa di Kantor KPPU, Jakarta, Selasa (21/5/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Ombudsman, Akademisi, Bea Cukai dan Asosiasi pengusaha, terkait melonjaknya harga bawang putih di Tanah Air.
KPPU mencatat harga bawang putih masih di atas Rp 40 ribu per kg. Berdasarkan laman Panel Harga Badan Pangan Nasional pada Selasa (21/5), harga bawang putih Rp 42.860 per kg.
KPPU kemudian menggelar Focus Group Discussion (FGD) membicarakan harga bawang putih dengan sederet instansi tersebut di Kantor KPPU Jakarta, Selasa (21/5). Anggota KPPU, Eugenia Jenny Mardanugraha, menuturkan pihaknya menggelar diskusi untuk menampung keterangan dari instansi terkait untuk memastikan tidak adanya kartel atau praktik monopoli dalam persaingan usaha.
"FGD tadi KPPU menyikapi kenaikan bawang putih yang tinggi ini menjaga agar di dalam perekonomian itu tidak terjadi praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat," kata Eugenia di Kantor KPPU, Jakarta, Selasa (21/5).
Eugenia menyebut penyebab tingginya harga bawang putih ini karena kualitas bawang putih dari luar negeri yang menurun. Ia mencontohkan bawang putih asal China yang basah akibat terkena hujan saat tiba di Tanah Air.
Menurutnya, keadaan itu berpengaruh pada biaya penyimpanan, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual.
"Menurut keterangan dari importir bawang putih itu terjadinya impor bawang putih yang ada sekarang bukan bawang putih kualitas baik. Sehingga mereka mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk bisa menyimpan bawang putih tersebut, itu yang menyebabkan harga di pasar tinggi," jelas Eugenia.
Pedagang membersihkan kulit bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (4/7/2022). Foto: Budi Prasetiyo/ANTARA FOTO
Selain harga perawatan atau ongkos penyimpanan, Eugenia menuturkan bawang putih yang sampai dalam keadaan basah akan mengalami penyusutan yang besar. "Bawang putih yang seperti itu tidak bisa disimpan dalam waktu lama," jelas Eugenia.
Meski demikian, Eugenia memastikan sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran persaingan usaha terkait tingginya bawang putih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar