terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Anak SYL Sebut KPK Sempat Sita 2 Mobil, Salah Satunya Berlogo NasDem - my blog
May 30th 2024, 05:51, by M Fadhil Pramudya P, kumparanNEWS
Sidang lanjutan kasus gratifikasi di lingkungan Kementan dengan terdakwa SYL dkk, dengan agenda pemeriksaan saksi, yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Anak eks Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kemal Redindo Syahrul Putra atau Dindo, menyebut bahwa KPK sempat menyita dua mobil milik SYL. Salah satu mobil itu, kata Dindo, berlogo Partai NasDem.
Hal itu terungkap lewat kesaksiannya dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi SYL dkk, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
"Terkait dengan mobil, pernah tidak disita dengan KPK?" tanya penasihat hukum SYL Djamaludin Koedoeboen dalam persidangan.
"Yang mobil itu, yang disita itu yang betul-betul milik kami adalah mobil dari Pak Syahrul yang Sprinter Putih," jawab Dindo.
Mobil dengan merek Mercedes Benz itu disebut Dindo diperoleh pada tahun 2013, jauh sebelum SYL mengemban amanah sebagai Mentan. Tak hanya itu, KPK juga menyita mobil Mitsubishi Pajero milik SYL yang berada di Makassar.
"Itu siapa yang belikan mobil Pajero?" tanya Djamaludin.
"Kalau mobil Pajero itu kami hanya mendapatkan di akhir masa jabatan Pak Syahrul itu dengan sudah ada logo NasDem-nya, Pak," tutur Dindo.
Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang membelikan mobil Pajero berlogo NasDem tersebut. Bahkan, mobil itu juga tidak dilengkapi dengan surat-surat maupun BPKB.
"Surat-surat tidak ada," ucap Dindo.
"BPKB? STNK?" tanya Djamaludin mengkonfirmasi.
"Tidak ada, tidak ada. Jadi, kami mengira itu dari NasDem, Pak, karena sudah ada logo NasDem-nya, sudah ada mukanya Bapak [SYL]," pungkas Dindo.
Kasus SYL
Tersangka kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/5/2024). Foto: Reno Esnir/Antara Foto
Dalam kasusnya, SYL diduga melakukan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan. Uang kemudian dikumpulkan SYL melalui orang kepercayaannya, yakni Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta.
Uang dikumpulkan dari lingkup eselon I, para Dirjen, Kepala Badan, hingga sekretaris masing-masing eselon I.
Besarannya mulai dari USD 4.000-10.000. Total uang yang diduga diterima SYL ialah sebesar Rp 13,9 miliar. Namun, dalam akhir penyidikan KPK, nilainya membengkak menjadi Rp 44,5 miliar.
Hasil rasuah itu lalu diduga digunakan untuk keperluan pribadi. Antara lain untuk pembayaran cicilan kartu kredit dan cicilan pembelian mobil Alphard milik SYL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar