terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Warga Minta PDAM Pindahkan Pembangunan Tangki Air Raksasa 4 Juta Liter di Bekasi - my blog
May 22nd 2024, 03:36, by Mirsan Simamora, kumparanNEWS
Warga Jakasampurna, Bekasi, menolak pembangunan water tank raksasa di tengah permukiman penduduk. Foto: Dok. Istimewa
Warga RT 06 RW 15 Kelurahan Jakasampurna, Bekasi, telah bertemu dengan PDAM Tirta Patriot, Kota Bekasi, selaku pengelola proyek pembangunan dua water tank atau tangki air berkapasitas 4 juta liter.
Hal itu disampaikan Ketua RW 15, H Nunung Kamal. Ia mengatakan, warga sudah menggelar rapat untuk kedua kalinya terkait penolakan tersebut.
"Saat itu ada rapat ke-2, kami minta di aula kelurahan karena kita sudah rame nih ya. Akhirnya kami minta ke pihak kelurahan, akhirnya masih di tolak dengan 2 tangki," kata Nunung, Selasa (21/5).
Warga Minta Pembangunan Dipindahkan
Nunung Kamal mengungkapkan, sebagian warga telah menyetujui pembangunan tangki, usai PDAM Tirta Patriot menyetujui adanya perubahan rencana pembangunan.
"Akhirnya ada solusi kan, yang akhirnya pihak PDAM mengambil solusi hanya 1 tangki dan 1 tangkinya lagi di Bekasi Utara," ungkap Nunung Kamal.
Selain itu PDAM juga telah berjanji akan memperketat keamanan tangki, sehingga dapat mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
"Kita sudah musyawarah ke PDAM, ini kan ada kurang lebih 3000 meter ya. Maksud saya agak di tingginya, kalaupun terjadi pecah tangki, itu kan airnya ke jalan ke tangki dan dia juga mau double pagar," terangnya.
Meski ada perubahan rencana, tidak semua warga setuju pembangunan tersebut. Mereka khawatir ada bencana merusak pemukiman mereka.
"Kami tetap mendukung, cuma kami mengikuti masyarakat bagaimana nih. Yang 2 ini yang belum setuju apa sih maunya, saya masih mendalami," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar