terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
SYL Beli iPhone, Parfum, hingga Pin Emas, Minta Dibayarkan Pegawai Kementan - my blog
Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi Syahrul Yasin Limpo bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (6/5/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) disebut pernah meminta sejumlah barang kepada anak buahnya. Uang untuk membeli barang itu pun berasal dari para pegawai Kementan.
Hal itu terungkap dari keterangan Rininta Octarini selaku protokol Menteri Pertanian yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang untuk terdakwa SYL dkk di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/5).
Menurut Rininta, SYL pernah beberapa kali meminta untuk disediakan sejumlah barang. Mulai dari handphone, parfum, hingga pin emas.
"Beberapa kali minta dibelikan parfum atau handphone, kacamata, dan pernah dibuatkan pin menteri dari emas," kata Rininta.
Jaksa sempat menyebutkan beberapa barang yang diminta SYL sebagaimana keterangan Rininta dalam BAP-nya. Mulai dari Samsung Z Fold hingga iPad. Rininta membenarkan keterangannya itu.
Masih dalam keterangannya, Rininta menyebut bahwa biasanya SYL meminta barang sambil menyebut uangnya harus diambil dari direktorat mana di Kementan.
"Salah satunya ketika Pak Menteri meminta disiapkan iPad. Waktu itu Bapak menyampaikan mintakan ke Litbang," kata Rininta.
Contoh lainnya adalah ketika meminta dibelikan parfum. Pembayaran dilakukan oleh pihak Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
"Seingat saya ada permintaan parfum," ujar Rininta.
"Yang bayar?" tanya jaksa.
"PSP," jawab Rininta.
"Karena waktu itu Pak Menteri bilang coba tanyakan apa itu parfum yang dipakai Pak Ali Jamil (Dirjen PSP). Jadi saya berkoordinasi dengan sespri Pak Ali Jamil," sambungnya.
Selain itu, ada juga permintaan handphone yang pembayarannya dibebankan ke bagian SDM.
"iPhone," ujar Rininta.
Belum ada tanggapan dari SYL terkait keterangan saksi tersebut. Dalam kasusnya, SYL bersama dua anak buahnya didakwa menerima uang Rp 44,5 miliar hasil pungli pejabat Kementan. Uang kemudian dipakai untuk kepentingan pribadi SYL dan keluarganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar