terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha
May 20th 2024, 21:02, by Berita Terkini, Berita Terkini

Ilustrasi Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita Sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha, Foto: Unsplash/cinoby.
Ilustrasi Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita Sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha, Foto: Unsplash/cinoby.

Ashin Jinarakkhita merupakan biksu pertama yang ada di Indonesia dalam agama Buddha. Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sebagai pelopor kebangkitan agama Buddha sendiri sangatlah penting.

Dikutip dari laman kepustakaan-keagamaan.perpusnas.go.id, sebelum menjadi seorang biksu ia dikenal dengan nama The Boan An atau Su Kong. Keinginannya untuk memperdalam agama Buddha membuatnya menjadi bhikkhu atau biksu.

Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita dalam Pelopor Agama Buddha

Ilustrasi Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita Sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha, Foto: Unsplash/CHUNYIP WONG.
Ilustrasi Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita Sebagai Pelopor Kebangkitan Agama Buddha, Foto: Unsplash/CHUNYIP WONG.

Ashin Jinarakkhita dikenal sebagai biksu pertama yang ada di Indonesia. Jinarakkhita juga pelopor kebangkitan agama Buddha, terutama setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.

Peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sebagai pelopor kebangkitan agama Buddha dapat dilihat dengan menyebarkan Buddhisme. Dia kemudian menjadi wakil ketua Pemuda Teosofi dan mendapatkan banyak undangan untuk memberi kuliah di berbagai daerah di Jawa.

Misi awalnya adalah membangun komunitas Buddha di klenteng-klenteng hingga pada akhirnya jumlah pengikutnya semakin banyak. Pada tahun 1953, Jinarakkhita menginisiasi diselenggarakannya perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Jinarakkhita membuat candi Buddha terbesar di Asia Tenggara kembali aktif menjadi situs agama Buddha. Waisak pertama di Candi Borobudur berhasil diadakan pada 22 Mei 1953.

Pesertanya berasal dari seluruh Indonesia dan perwakilan dari Singapura, Thailand, Burma, Sri Langka, hingga India. Atas anjuran Pen Ching, gurunya pertama, Jinarakkhita berangkat ke Burma awal tahun 1954 untuk memperdalam agama Budha.

Pada bulan April 1954, Jinarakkhita menjalani pentahbisan menjadi biku secara penuh (upasampada) dengan guru spiritual (upajjhaya) utamanya Yang Ariya Agga Maha Pandita U Ashin Sobhana Mahathera atau yang lebih dikenal Mahasi Sayadaw.

Di Lembah Cipendawa, Pacet, Cipanas, didirikan kompleks wihara Sakyawanaram, tempat Jinarakkhita mencoba melebur agama Buddha dengan berbagai unsur kepercayaan setempat dalam upaya untuk memperoleh agama Buddha yang berkepribadian Indonesia.

Pemujaan terhadap Prabu Ragamula Suryakancana, raja terakhir Kerajaan Padjajaran merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang mendapat tempat di daerah tersebut. Hal ini berkaitan dengan sejarah agama Buddha dulu karena Tantrayana rnerupakan ajaran yang dianut raja-raja Padjajaran.

Untuk membantu usahanya, pada tahun 1954 Jinarakkhita mendirikan Persaudaraan Upasaka Upasika Indonesia (PPUI) yang akhirnya berubah nama menjadi Majelis Budhayana Indonesia (MBI) pada tahun 1979, dan bergabung dalam perwakilan umat Budha Indonesia (WALUBI).

Setelah jumlah biksu di Indonesia rnencapai lima orang. Ashin Jinarakhita menetapkan berdirinya Sangha Suci Indonesia, yang berubah menjadi Maha Sangha Indonesia pada tahun 1963.

Tetapi pada tahun 1971 timbul perpecahan dan pada tanggal 12 Januari 1972 lima biksu membentuk Sangha Indonesia yang berorientasi tradisi Theravada.

Dengan bantuan Dirjen Bimas Hindu dan Buddha, kedua sangha ini di-satukan kembali dengan nama Sangha Agung Indonesia (SAGIN) dan Jinarakkhita terpilih sebagai ketua (Maha Nayaka), namun tidak berlangsung lama.

Pada tahun 1976, sejumlah biksu mendirikan Sangha Thera-vada Indonesia dan tahun 1978 sejumlah siswa yang lain, yang berorientasi tradisi Mahayana, mendirikan Sangha Mahayana Indonesia.

Di bawah naungan SAGIN, Ashin Jinarakkhita membentuk Sangha Hinayana, Sangha Mahayana, Sangha Tantrayana, dan Sangha Wanita Indonesia.

Baca Juga: Jejak Sejarah Sunan Drajat yang Wafat pada Pertengahan Abad ke-16

Demikian pembahasan mengenai peran Bhikkhu Ashin Jinarakkhita sebagai pelopor kebangkitan agama Buddha. Perannya sangat penting terutama setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit. (Umi)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: