terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Trump Cekcok dengan Presiden Afsel di Gedung Putih, Dipicu Genosida Kulit Putih - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Trump Cekcok dengan Presiden Afsel di Gedung Putih, Dipicu Genosida Kulit Putih
May 22nd 2025, 15:52 by kumparanNEWS

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Rabu (21/5/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Rabu (21/5/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Lagi-lagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump adu mulut dengan pemimpin negara lain yang sedang melawat ke Gedung Putih. Kali ini Trump cekcok dengan Presiden Afsel Cyril Ramaphosa.

Pertemuan Trump dan Cyril Ramaphosa digelar di Gedung Putih pada Rabu (21/5) waktu setempat. Di tengah pertemuan, Trump memutar video perihal genosida orang kulit putih di Afsel.

Trump lalu meyampaikan tuduhan bahwa warga kulit putih di Afsel, khususnya petani, mengalami perampasan lahan bahkan dibunuh. Awal Mei ini Trump memberikan suaka bagi 50 warga kulit putih Afsel yang kabur dari persekusi.

Aksi Trump menayangkan video berdurasi empat menit dilakukan saat wartawan masih ada di dalam tempat pertemuan, Ruang Oval.

Pada video yang diminta Trump untuk ditayangkan, terdapat rekaman seorang politikus kulit hitam Afsel menyerukan penganiayaan terhadap warga kulit putih.

"Anda mengizinkan mereka mengambil tanah, dan kemudian ketika mereka mengambil tanah itu, mereka membunuh petani kulit putih, dan ketika mereka membunuh petani kulit putih itu, tidak ada yang terjadi pada mereka," kata Trump kepada Ramaphosa seperti dikutip dari AFP.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Rabu (21/5/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Rabu (21/5/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Trump lalu menunjukkan kliping berita yang menunjukkan dugaan pembantaian terhadap kulit putih. Setelah dicek secara independen, salah foto ditampilkan Trump adalah kejadian di Republik Demokratik Kongo, bukan Afsel.

"Kematian, kematian, kematian mengerikan," ucap Trump saat melanjutkan pembicaraannya.

Melihat aksi Trump, Ramaphosa nampak sempat terkejut. Tapi, Ramaposha memilih tetap tenang dan menghindari pertikaian besar seperti yang terjadi antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky apda Februari lalu.

Ramaposha hanya menyampaikan bantahan perihal perampasan tanah milik petani kulit putih.

"Tidak, tidak, tidak, tidak ada seorang pun dapat merampas tanah," ujar Ramaposha.

"Kami pada dasarnya di sini untuk mengatur ulang hubungan antara Amerika Serikat dan Afrika Selatan," sambung dia.

Ramaposha lalu menyebut video ditampilkan Trump berasal dari kelompok oposisi. Kemudian Ramaposha menjelaskan bahwa korban tindak kriminal paling tinggi di negaranya adalah kelompok kulit hitam bukan kulit putih.

Elon Musk

 Elon Musk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Chip Somodevilla/Pool via REUTERS
Elon Musk menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Chip Somodevilla/Pool via REUTERS

Klaim genosida terhadap kulit putih sudah dilontarkan Trump sebelum pertemuannya dengan Ramaposha. Klaim yang dasar dan buktinya masih dipertanyakan itu turut didukung miliarder Elon Musk.

Saat ini Elon Musk adalah kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) bentukan Trump. Selain memegang kewarganegaraan AS, Musk merupakan kelahiran Afsel.

Musk diketahui punya hubungan kurang baik dengan Pemerintahan Afsel yang dipimpin Ramaposha. Apalagi Musk pernah menuduh bahwa Starlink, kepunyaannya, dilarang beroperasi di Afsel lantaran dirinya tak berkulit hitam.

Regulator telekomunikasi Afsel membantah tuduhan Musk. Mereka menegaskan Starlink belum dapat beroperasi karena perusahaan itu belum mengajukan lisensi resmi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: