terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kapuspen TNI soal Video Warga Ketuk-ketuk Amunisi di Garut: Selongsong Kosong - my blog
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei saat menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat (Kenkat) 32 Perwira Tinggi (Pati) di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/5/2025). Foto: Dok. Puspen TNI
Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi menjelaskan amunisi dalam video yang direkam sesaat sebelum peledakan amunisi kedaluwarsa di Garut 12 Mei 2025 lalu tidak berbahaya.
Sebab amunisi yang tampak sedang diketuk-ketuk oleh warga sipil itu hanyalah selongsong kosong dan tidak mengandung bahan peledak.
"Tadi saya sampaikan di rapat bahwa terlihat ada gambar yang mengetuk-ngetuk, itu. Itu sudah tidak berbahaya, karena itu tinggal selongsongnya saja," kata Kristomei usai rapat bersama Komisi I DPR RI, Senin (26/5).
Ia menegaskan bahwa amunisi yang terlihat dalam video viral sebenarnya sudah tidak lagi berisi bahan peledak aktif.
"Bahan pelendakannya sudah dikeluarkan yang berbahaya itu ya, ini, isiannya itu," katanya.
Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang meledak di Garut, Jawa Barat, telah dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku dan tidak melibatkan warga sipil.
"Sudah saya sampaikan bahwa prosedur untuk peledakan sudah dilaksanakan sesuai dengan SOP," kata Agus saat konferensi pers usai rapat bersama DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (26/5).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar