terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Akan Diberdayakan - my blog
Mensos Saifullah Yusuf saat kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025). Foto: Kemensos RI
Menteri Sosial, Saifullah Hidayat (Gus Ipul) mengatakan Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, tapi juga memberdayakan keluarganya agar mampu bangkit dan mandiri.
Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi kediaman pasangan Fitri Aryani dan Herman Hermawan, orang tua calon siswa sekolah rakyat Hefi Nuryuni di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5)
"Pak Presiden ini luar biasa ya, membuat kita semua harus menoleh ke keluarga yang mungkin belum terbawa dalam proses pembangunan," ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan, selain memberikan akses pendidikan gratis berkualitas, pemerintah juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi terhadap orangtua siswa sekolah rakyat. Bila mereka berminat membuka usaha, maka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu dan selanjutnya difasilitasi permodalan.
Tak hanya itu, kondisi tempat tinggal orang tua siswa sekolah rakyat juga menjadi perhatian serius pemerintah. Seperti rumah kecil keluarga Herman yang berdiri di atas tanah milik Dinas PU. Rumah dengan kondisi memprihatinkan yang dihuni enam orang itu, akan diperbaiki atau direlokasi.
Mensos Saifullah Yusuf saat kunjungan kerja di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5/2025). Foto: Kemensos RI
"Direlokasi kalau ini. Mungkin dibangun di sini, ya mungkin direlokasi. Tapi nanti tetap kerja sama dengan kabupaten," jelas Gus Ipul.
Keluarga Herman masuk dalam kategori miskin ekstrem atau desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok masyarakat yang menjadi prioritas dalam kebijakan perlindungan sosial dan pemberdayaan. Dengan penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan sebagai buruh bangunan, Herman tidak mampu sepenuhnya mencukupi kebutuhan dasar keluarganya.
Dalam suasana haru, istri Herman, Fitri Aryani, meluapkan kegembiraannya atas perhatian pemerintah terhadap keluarganya.
"Saya bingung, anak saya kan harus masuk SMP, yang satu masuk SD. Saya sudah bingung, pengin pesantrenin tapi besar biayanya. Ada kesempatan ini saya bahagia, Pak," ujarnya.
Hefi sendiri, meski tampak malu, memperlihatkan semangat dan harapan untuk melanjutkan pendidikan. Ia terlihat berbinar saat berbicara dengan Gus Ipul, interaksi yang mencerminkan harapan dari banyak anak lain yang berada dalam kondisi serupa.
Fitri juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, atas terselenggaranya program Sekolah Rakyat.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas terselenggaranya program Sekolah Rakyat. Semoga Bapak lebih berjaya lagi," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi landasan kuat untuk menyasar keluarga-keluarga yang selama ini belum tersentuh pembangunan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat lainnya diperlukan untuk memastikan anak-anak seperti Hefi tidak hanya mendapat hak atas pendidikan, tapi juga tumbuh dalam keluarga yang berdaya dan rumah layak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar