terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
AHY soal Posisi Menteri: Tak Mau Ngarani, Serahkan ke Prabowo - my blog
Jun 11th 2024, 23:24, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
Menteri Agraria Dan Tata Ruang (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (22/5/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, mengaku pihaknya tak mau berandai-andai soal posisi menteri atau kepala lembaga di era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini. Partai Demokrat adalah salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Apakah original KIM saja atau akan ada tambahan perkuatan, baik untuk pemerintahan maupun di parlemen, sikap dan posisi Partai Demokrat jelas dari awal menyerahkan ini kepada Bapak Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih yang juga merupakan pemimpin koalisi," kata AHY di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (11/6).
AHY mengungkapkan, ia berterima kasih karena Prabowo selalu mengajak Demokrat untuk berdiskusi dan berdialog tentang semua keputusan. Namun menurutnya, Prabowo lebih bisa paham dan memberikan penjelasan soal pembagian kekuatan di koalisi.
"Demokrat tidak ingin, istilahnya ya ngarani, ya pokoknya harus begini dan begitu. Kami hanya mengatakan, kami siap menjalankan tugas-tugas yang dibebankan atau diamanahkan kepada kami," tegas Menteri ATR/BPN ini.
AHY mengaku ketimbang istilah power sharing, ia lebih suka menggunakan istilah pembagian peran. Di mana pun ia ditugaskan, menurutnya ia tak akan masalah.
"Misalnya tadi di BUMN, mana juga nanti mungkin dapat posisi menjadi duta besar dan lain sebagainya. Jadi segala sesuatu yang menjadi peran kebangsaan, tentu kita bicarakan baik-baik," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar