terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pria di Asahan Bikin Laporan Palsu Dirampok Rp 112 Juta, padahal Buat Judol - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pria di Asahan Bikin Laporan Palsu Dirampok Rp 112 Juta, padahal Buat Judol
Jul 6th 2025, 15:12 by kumparanNEWS

Waluyo, pria di Asahan, Sumut, ngaku dirampok Rp 112 juta dan buat laporan palsu ke polisi. Foto: Dok. Istimewa
Waluyo, pria di Asahan, Sumut, ngaku dirampok Rp 112 juta dan buat laporan palsu ke polisi. Foto: Dok. Istimewa

Pria bernama Waluyo di Kabupaten Asahan, Sumut, ditangkap polisi pada Kamis (3/7) lalu.

Penyebabnya, ia membuat laporan palsu terkait perampokan senilai Rp 112 juta ke Polsek Pulau Raja.

"Iya, mengaku dirampok, padahal enggak ada, uangnya dipakai untuk judi online," kata Kapolsek Pulau Raja Iptu Anwar Sanusi saat dikonfirmasi, Minggu (6/7).

Sanusi bilang, awalnya Waluyo membuat laporan palsu perampokan itu pada Rabu (2/7). Dalam laporannya, Waluyo mengaku kehilangan uang Rp 110 juta dan satu buah handphone yang diperkirakan senilai Rp 2 juta.

"Polisi yang menerima laporan pun melakukan penyelidikan dan setelah ditelaah ternyata ada kejanggalan di TKP," kata dia.

"Sehingga polisi meminta keterangan Waluyo sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Waluyo diinterogasi dan mengakui laporan tersebut palsu," sambungnya.

Sanusi bilang, Waluyo nekat membuat laporan palsu tersebut lantaran terlilit utang ke iparnya akibat judi online. Waluyo sebelumnya meminjam uang ke kakak iparnya senilai Rp 60 juta.

Kejanggalan

Sanusi bilang, ada empat kejanggalan dalam laporan Waluyo. Pertama, korban mengaku dirampok saat membawa sebuah tas. Dalam laporannya, tas tersebut berisikan uang.

Ternyata, berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar rumah tanpa membawa tas.

"CCTV di rumah korban menunjukkan korban tidak menyandang tas," kata dia.

Kejanggalan kedua, pada saat kejadian, terdapat banyak saksi. Tidak sesuai dengan laporan korban.

"Ternyata waktu kejadian yang disebutkan, tidak ada perampokan, karena di TKP tersebut masih banyak pekerja," katanya.

Lalu, kejanggalan ketiga, pelaku ternyata baru meminjam uang kepada kakak ipar.

"Korban ini meminjam uang kakak iparnya Rp 60 juta untuk digunakan karena ada yang mau BRILink melalui korban, namun ternyata tidak ada yang mau melakukan BRILink (penarikan di BRILink)," jelasnya.

"Jadi mungkin buat laporan palsu biar dikasih tenggat waktu oleh iparnya inilah dalam pembayaran," sambungnya.

Selanjutnya, adalah kejanggalan soal handphone yang dirampok. Polisi berhasil melacak handphone milik Waluyo. Ternyata, handphone tersebut disembunyikan di dalam rumah.

"Ternyata setelah kami cek, handphone itu ada di rumah," jelasnya.

Saat ini Waluyo sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: