terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Foto: Wanita di Suriah Bersihkan Sisa-sisa Perang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Foto: Wanita di Suriah Bersihkan Sisa-sisa Perang
Jun 10th 2025, 16:12 by kumparanNEWS

Mengenakan rompi dan helm penjinak ranjau, Heba Gaada berhati-hati bekerja membersihkan persenjataan yang belum meledak (UXO) dari berbagai lokasi di pedesaan Aleppo dan Idlib. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Wanita berusia 29 tahun ini telah menghabiskan tiga tahun terakhir bekerja dalam upaya meningkatkan kesadaran akan sisa-sisa perang di Suriah. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Lulusan fisika tersebut bersama timnya didukung oleh The Halo Trust, sebuah organisasi nonpemerintah yang mengkhususkan diri dalam membersihkan ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak perang lainnya. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Baru empat bulan lalu, ia mulai berpartisipasi aktif dalam penyisiran dan penghancuran UXO. Gaada dan timnya yang terdiri dari lima anggota - dua wanita dan tiga pria - menyingkirkan antara 100 hingga 200 jenis sisa-sisa perang. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Tinggal bersama keluarganya di pedesaan Idlib, Gadaa telah menyelesaikan beberapa kursus pelatihan untuk mempersiapkan diri menghadapi bahaya penjinakan ranjau. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Gadaa mengingat kembali bagaimana ia terdorong untuk terjun langsung dalam membersihkan ranjau setelah kerabatnya yang berusia 9 tahun meninggal saat bermain dengan proyektil yang belum meledak pada tahun 2019. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pada bulan Desember 2024, mengakhiri perang selama 14 tahun yang menewaskan ratusan ribu orang, membuat jutaan orang mengungsi, dan membuat sebagian besar wilayah Suriah hancur. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS

Mengenakan rompi dan helm penjinak ranjau, Heba Gaada berhati-hati bekerja membersihkan persenjataan yang belum meledak (UXO) dari berbagai lokasi di pedesaan Aleppo dan Idlib, Suriah.

Wanita berusia 29 tahun ini telah menghabiskan tiga tahun terakhir bekerja dalam upaya meningkatkan kesadaran akan sisa-sisa perang di Suriah.

Lulusan fisika tersebut bersama timnya didukung oleh The Halo Trust, sebuah organisasi nonpemerintah yang mengkhususkan diri dalam membersihkan ranjau darat dan sisa-sisa bahan peledak perang lainnya.

Baru empat bulan lalu, ia mulai berpartisipasi aktif dalam penyisiran dan penghancuran UXO. Gaada dan timnya yang terdiri dari lima anggota - dua wanita dan tiga pria - menyingkirkan antara 100 hingga 200 jenis sisa-sisa perang.

Heba Gadaa memasang perlengkapan penjinak ranjau di pedesaan Aleppo, Suriah. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Heba Gadaa memasang perlengkapan penjinak ranjau di pedesaan Aleppo, Suriah. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS

"Peluru, ranjau, sekering, dan mortir," kata Gadaa.

"Kami telah membuktikan bahwa wanita mampu mencapai keunggulan, dan kompetensi mereka di bidang ini telah terbukti," tambahnya.

Tinggal bersama keluarganya di pedesaan Idlib, Gadaa telah menyelesaikan beberapa kursus pelatihan untuk mempersiapkan diri menghadapi bahaya penjinakan ranjau.

"Ini bukan pekerjaan, ini pekerjaan kemanusiaan," tegasnya.

Gadaa mengingat kembali bagaimana ia terdorong untuk terjun langsung dalam membersihkan ranjau setelah kerabatnya yang berusia 9 tahun meninggal saat bermain dengan proyektil yang belum meledak pada tahun 2019.

Ia menekankan rasa tanggung jawabnya untuk melindungi orang-orang di sekitarnya.

Heba Gadaa, bersiap membersihkan ranjau setelah perang saudara dengan membawa kontainer berlabel Explosive Ordnance Disposal (EOD), di pedesaan Aleppo, Suriah. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS
Heba Gadaa, bersiap membersihkan ranjau setelah perang saudara dengan membawa kontainer berlabel Explosive Ordnance Disposal (EOD), di pedesaan Aleppo, Suriah. Foto: Mahmoud Hassano/REUTERS

"Setiap kali seseorang kembali ke rumah, kami selalu diberi tahu tentang sisa-sisa (perang) baru. Jumlah laporan sangat banyak - yang kami terima sepanjang hari - dan kami tidak dapat menanganinya," tambahnya.

Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan pada bulan Desember 2024, mengakhiri perang selama 14 tahun yang menewaskan ratusan ribu orang, membuat jutaan orang mengungsi, dan membuat sebagian besar wilayah Suriah hancur.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: