terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wall Street Jatuh Imbas Ancaman Tarif Trump Picu Ketidakpastian Pasar
May 26th 2025, 06:17 by kumparanBISNIS

Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, melemah tajam pada Jumat (23/5) dan membukukan kerugian mingguan usai Presiden AS Donald Trump merekomendasikan pengenaan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Eropa.

Pernyataan tersebut membuka kembali ketegangan dalam perdagangan global dan memicu gelombang ketidakpastian baru yang menghantui pelaku pasar.

Mengutip Reuters, ketiga indeks utama Wall Street sempat memangkas sebagian kerugian di akhir sesi. Namun tetap ditutup lebih rendah.

Selama sepekan, indeks utama Wall Street tercatat turun lebih dari dua persen. Saham-saham di sektor teknologi, layanan komunikasi, dan barang konsumsi menjadi yang paling tertekan. Sementara sektor utilitas, kebutuhan pokok, dan energi justru menguat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin atau 0,61 persen ke level 41.603,07. S&P 500 merosot 39,19 poin atau 0,67 persen ke 5.802,82, sementara Nasdaq Composite kehilangan 188,53 poin atau 1,00 persen dan ditutup di 18.737,21.

Dalam sepekan, Dow tercatat turun 2,47 persen, S&P 500 turun 2,61 persen, dan Nasdaq terkoreksi 2,48 persen.

Logo Apple. Foto: Yuya Shino/Reuters
Logo Apple. Foto: Yuya Shino/Reuters

Saham Apple juga menjadi sorotan setelah Trump memperingatkan bahwa iPhone yang dijual di Amerika Serikat tetapi tidak diproduksi secara lokal dapat dikenai tarif tambahan sebesar 25 persen. Saham raksasa teknologi itu pun turun 3 persen dan menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 4,4 basis poin menjadi 4,509 persen, mundur dari posisi tertingginya dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau saya harus memberi judul untuk hari ini, judulnya adalah 'Kita Mulai Lagi!'" ujar Kepala Investasi di Ocean Park Asset Management James St. Aubin.

Ia menjelaskan, Trump tengah memanaskan kembali isu perdagangan dengan Uni Eropa dan Apple, padahal sebelumnya pasar berharap ketegangan tarif sudah mereda. Namun, menurutnya, bara api konflik tarif masih menyala di balik retorika.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menilai tawaran perdagangan dari Uni Eropa belum cukup memadai dan menyebut ancaman tarif baru diharapkan bisa menyalakan api dalam proses negosiasi dengan pihak Eropa.

Sebagian besar saham unggulan dan saham pertumbuhan turut tertekan. Amazon, Nvidia, dan Meta semuanya melemah lebih dari satu persen, sementara Tesla turun 0,5 persen. Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur rasa takut di Wall Street, naik 10 persen dan mencetak level tertingginya dalam lebih dari dua pekan terakhir. Indeks semikonduktor juga mencatat penurunan sebesar 1,5 persen.

Saham Deckers Outdoor merosot hampir 20 persen setelah produsen sepatu bot UGG itu memperkirakan penjualan kuartal pertama akan di bawah ekspektasi dan memutuskan tidak memberikan target tahunan karena ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu isu tarif. Nasib serupa juga dialami saham Nike, yang melemah 2,1 persen.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: