terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Pramono Bicara soal Taman 24 Jam yang Dikira untuk Selesaikan Tawuran - my blog
Gubernur Jakarta Pramono Anung menghadiri acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2025 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (25/5/2025). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah bahwa kebijakannya membuka operasional lima taman selama 24 jam dan perpustakaan hingga pukul 22.00 WIB untuk menyelesaikan masalah tawuran di Jakarta.
Pramono menyebut bahwa dirinya sempat dikritik terkait kebijakan tersebut. Padahal, kata dia, kebijakan itu dikeluarkan tak ada hubungannya dengan permasalahan tawuran.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2025, di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (25/5).
"Saya dikritik ketika membuka taman-taman 24 jam, perpustakaan sampai jam 10 malam. Dipikir ini untuk menyelesaikan tawuran, padahal enggak. Enggak ada hubungannya apa, tawuran, enggak ada," kata Pramono, Minggu (25/5).
Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut, kebijakan itu dikeluarkan sebagai bagian dari kebutuhan Jakarta untuk menjadi Kota Global.
"Jakarta sebagai kota global, kota besar membutuhkan banyak tempat untuk itu," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Pramono pun menyinggung kebijakan Manggarai Bershalawat yang baru-baru ini dicetuskannya. Program itu pertama kali digelar pada Jumat (23/5) kemarin.
Lokasi pelaksanaan program itu berlangsung sangat dekat dengan terowongan Manggarai yang kerap dijadikan sebagai tempat tawuran.
Pramono menyebut framing publik sempat diterimanya saat menggagas program tersebut hanya untuk menyelesaikan permasalahan tawuran di Manggarai.
"Bahkan, ketika saya menyampaikan, saya ingin ada yang namanya bershalawat dan kebetulan di Manggarai lagi ada orang berantem tawuran. Kemudian saya diframing Manggarai Bershalawat untuk menyelesaikan tawuran," tutur dia.
Kendati begitu, Pramono mengakui senang menerima kritik terkait program yang dicetuskannya tersebut.
"Saya malah senang kalau saya dikritik begitu. Saya datangin saya adakan shalawat di sana, Manggarai yang berantem kita kumpulkan, kita sama-sama kita damaikan. Alhamdulillah bisa didamaikan. Karena memang perlu itu," ucap dia.
"Maka untuk itu, Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, sekali lagi Jakarta akan berbenah dalam banyak hal," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar