terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kemenag Dorong Sistem One Syarikah One Kloter agar Jemaah Tak Tercecer - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kemenag Dorong Sistem One Syarikah One Kloter agar Jemaah Tak Tercecer
May 19th 2025, 17:02 by kumparanNEWS

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (19/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (19/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, mendorong penerapan sistem One Syarikah One Kloter agar jemaah Indonesia tidak lagi tercecer saat keberangkatan haji gelombang II.

"Kami mendorong untuk menentukan kloter di sana yang berbasis syarikah dengan hotel terdekat dengan menerapkan prinsip One Syarikah One Kloter secara ketat mulai gelombang II. Ini sudah kita lakukan," kata Hilman saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (19/5).

Menurutnya, jika merujuk pada jadwal keberangkatan kelompok terbang jemaah pekan ini, sebagian besar telah berada dalam satu kloter yang diurus oleh satu syarikah.

"Jadi kalau kita lihat Bapak-Ibu di minggu ini, isi pesawat 494 itu satu syarikah semua Pak dan itu pasti satu hotel semua," lanjutnya.

Namun, ia mengakui masih ada kasus jemaah maupun petugas yang terpisah. Menurutnya, ini merupakan imbas proses penerbitan visa petugas yang tidak bisa dilakukan sejak awal, hal ini membuat seluruh proses penerbitan menjadi semakin molor.

Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief, saat Bimtek di Asrama Haji Cipondoh. Foto: Moh Fajri/kumparan
Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief, saat Bimtek di Asrama Haji Cipondoh. Foto: Moh Fajri/kumparan

"Kenapa petugas juga terpisah? Itu pertanyaannya ya. Petugas itu tidak awal-awal, tidak bisa kita visakan di awal. Kita tahu bahwa petugas itu mendapatkan tambahan, itu kan di tengah-tengah, menjelang akhir Pak," jelasnya.

Sebelumnya proses keberangkatan jemaah asal Indonesia sempat menuai polemik, banyak jemaah yang tercecer dari kloternya karena molornya proses penerbitan visa haji.

Akibatnya salam satu kloter masih ada calon jemaah haji yang tidak bisa berangkat karena visanya belum terbit. Untuk mengantisipasi kosongnya penerbangan, pemerintah pun memberangkatkan jemaah ke tanah suci berdasarkan waktu penerbitan visa.

Hal ini mengakibatkan polemik baru di mana para jemaah tercecer dari rombongan bahkan terpisah dari keluarganya.

Di satu sisi pada musim haji tahun ini, pemerintah Arab Saudi memperketat seluruh jalur masuk dengan sistem digital berbasis aplikasi Nusuk dan layanan syarikah.

Untuk itu, kini Kemenag intens berkomunikasi dengan pihak Arab Saudi untuk membantu proses masuknya jemaah Indonesia ke Makkah yang sempat tercecer dengan kloter atau syarikahnya.

"Jadi kekhawatiran Kerajaan Saudi itu adalah, kenapa intensif dengan kami, jangan sampai ada jemaah susah masuk Makkah, dan tidak bisa melaksanakan umrah wajib. Nah kan itulah kita kemarin agak stick (melekat) dengan syarikah itu, karena yang bisa menegosiasikan termasuk di penjagaan-penjagaan yang super ketat, itu adalah syarikahnya," tuturnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: