terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Istana Ungkap Alasan Prabowo Teken Perpres Perlindungan Jaksa - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Istana Ungkap Alasan Prabowo Teken Perpres Perlindungan Jaksa
May 23rd 2025, 16:10 by kumparanNEWS

Presiden Prabowo Subianto memanggil Jaksa Agung beserta seluruh Jaksa Agung Muda ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/1/2025). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto memanggil Jaksa Agung beserta seluruh Jaksa Agung Muda ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/1/2025). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Sekretaris Negara sekaligus juru bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menjelaskan alasan Prabowo meneken Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur perlindungan terhadap jaksa dengan bantuan Polri dan TNI.

Prasetyo menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari kerja sama lintas institusi yang sudah lazim dan bertujuan memperkuat upaya penegakan hukum. Terutama dalam memberantas korupsi dan penguasaan ilegal sumber daya alam.

"Sebenarnya itu sesuatu yang normal saja, karena itu bagian dari kerja sama institusi, ada juga Undang-Undang Kejaksaan yang mengatur kerja sama teman-teman Kejaksaan dengan teman-teman Kepolisian, kemudian juga ada MoU antara teman-teman Kejaksaan dengan teman-teman TNI maupun Polri. Jadi sebenarnya itu sesuatu yang lumrah," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ia menjelaskan bahwa Presiden tengah mendorong kerja keras aparat penegak hukum untuk pemberantasan korupsi dan penertiban penguasaan sumber daya alam yang dilakukan secara ilegal.

"Kita memang sedang bekerja keras untuk, satu, melawan apa yang Bapak Presiden selalu tekankan, melawan korupsi. Kedua, kita juga sedang bekerja keras, tindak-tindak pidana selain korupsi, ini juga sedang kita tertibkan, dalam hal ini yang berkenaan dengan masalah penguasaan-penguasaan terhadap sumber daya alam-sumber daya alam kita. Yang tugas ini sedang dikerjakan oleh teman-teman di Kejaksaan," ucap dia.

Menurut Prasetyo, sinergi antara kejaksaan, kepolisian, dan TNI memang telah terjalin di lapangan dan menjadi bagian dari pola kerja kolektif dalam menegakkan hukum. Karena itu, keberadaan Perpres itu sebagai wujud formal dari kerja sama yang telah berjalan.

"Jadi kalau kemudian teman-teman di Kejaksaan saling berkoordinasi, lintas instansi kita saling memperkuat, karena kita memang memaknai ini sebagai sebuah tim, kita bekerja bersama-sama," imbuhnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa Perpres tersebut berkaitan dengan surat telegram Panglima TNI sebelumnya. Menurutnya, proses penyusunan kebijakan ini sudah berjalan cukup lama sebagai bagian dari kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan.

"[Berkaitan dengan Surat Telegram Panglima TNI] Enggak, sebenarnya prosesnya itu sudah lama juga. Karena ini kan bagian dari rangkaian yang tadi saya sampaikan, kan ada Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Itu bagian dari itu sebenarnya," tandas dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: