terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ternyata Pertemuan Trump-Netanyahu Bahas Upaya Pemindahan Paksa Warga Gaza - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ternyata Pertemuan Trump-Netanyahu Bahas Upaya Pemindahan Paksa Warga Gaza
Jul 9th 2025, 10:52 by kumparanNEWS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Kanan) menyerahkan surat kepada Presiden AS Donald Trump. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Kanan) menyerahkan surat kepada Presiden AS Donald Trump. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas rencana pemindahan paksa ribuan warga Palestina dari Gaza, Senin (8/7).

Hal itu dibahas ketika kedua pemimpin bertemu di Gedung Putih pada hari yang sama. Saat bersamaan perundingan gencatan senjata tak langsung antara Hamas dan Israel sedang berlangsung di ibu kota Qatar, Doha.

Seusai bertemu Trump, Netanyahu mengakui sedang melobi negara lain untuk menerima warga Gaza. Netanyahu mengincar negara-negara tetangga Israel sebagai tempat pemindahan paksa warga Palestina di Gaza.

Warga Palestina. Senin (16/6/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Warga Palestina. Senin (16/6/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

"Bila mereka mau bertahan, mereka bisa bertahan, tapi jika mau pergi, harusnya mereka bisa pergi. Ini bukan penjara. Ini harusnya tempat terbuka dan memberi rakyat pilihan," kata Netanyahu seperti dikutip dari Al-Jazeera.

"Kami bekerja sama erat dengan AS untuk mencari negara yang menyadari apa yang mereka selalu bilang yaitu mereka ingin masa depan cerah bagi rakyat Palestina. Saya pikir kami sudah dekat dalam menemukan beberapa negara," sambung dia.

Trump turut mengakui perundingan tersebut dengan Netanyahu. Pada awal 2025 ini Trump mengejutkan dunia dengan usul memindahkan warga Palestina dari Gaza.

"Sesuatu yang baik akan terwujud," ucap Trump terkait nasib warga Palestina di Gaza.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Biru Gedung Putih di Washington, DC, Senin (7/7/2025) waktu setempat. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Ruang Biru Gedung Putih di Washington, DC, Senin (7/7/2025) waktu setempat. Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Pelanggaran Kemanusiaan

Rencana pemindahan paksa warga Gaza ditolak oleh ahli hukum internasional, Ralph Wilde. Dia menyebut rencana itu ilegal karena tindakan itu merupakan bagian serangan langsung Israel terhadap penduduk Palestina di Gaza.

Wilde menekankan jika pemindahan terwujud maka itu adalah pelanggaran kemanusiaan oleh negara hingga individu.

"Terakhir, hal ini juga merupakan genosida, hal ini merupakan bagian dari proses yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk menjatuhkan kondisi kehidupan rakyat Palestina yang bertujuan untuk menghancurkan mereka secara keseluruhan atau sebagian,"kata Wilde.

Indonesia dan Arab Saudi Tolak Relokasi

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: Kementerian Media Arab Saudi
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: Kementerian Media Arab Saudi

Isu relokasi warga Gaza mulai menggaung sejak Trump terpilih sebagai Presiden AS.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pada 2 Juli 2025, Presiden Prabowo dan Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) sepakat untuk menolak rencana relokasi warga Gaza.

"Mereka [Prabowo dan MBS] menyatakan penolakan penuh atas pemindahan warga Palestina di dalam atau di luar wilayah mereka, dengan menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang nyata," demikian bunyi pernyataan bersama kedua pemimpin.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: