terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Sri Mulyani Soroti Peran PBB-Bank Dunia Semakin Lemah Atasi Perselisihan Global - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sri Mulyani Soroti Peran PBB-Bank Dunia Semakin Lemah Atasi Perselisihan Global
Jul 9th 2025, 14:06 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil lelang SUN di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (18/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil lelang SUN di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (18/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti peran lembaga-lembaga multilateral seperti United Nations atau PBB, Dana Moneter Internasional (IMF), hingga Bank Dunia semakin lemah dalam mengatasi perselisihan atau sengketa (dispute) antar negara.

Sri Mulyani menuturkan, situasi global saat ini semakin kompleks dan berisiko akibat arah kebijakan negara-negara besar terutama Amerika Serikat (AS), serta Uni Eropa, Jepang, China, Rusia, hingga BRICS yang saling menimbulkan dampak satu sama lain.

"Setiap negara itu selalu pasti ada perbedaan, itu bukan sesuatu yang baru, kepentingan negara, bedanya adalah kalau perbedaan itu bagaimana mekanisme untuk membahas dan menyelesaikannya," ujarnya saat Rapat Komite IV DPD RI, Rabu (9/7).

Bendahara negara itu mencontohkan perselisihan antar negara adidaya sempat menimbulkan Perang Dunia I dan II yang memunculkan banyak korban jiwa, karena itu dunia menyepakati terbentuknya lembaga multilateral seperti PBB agar tragedi itu tidak terjadi lagi.

Menurutnya, lembaga multilateral seperti PBB, IMF, maupun Bank Dunia memiliki peran sebagai wadah atau forum penyelesaian jika terjadi perselisihan antar negara, agar perselisihan tersebut tidak menjadi sengketa atau bahkan membesar hingga terjadi perang militer.

"Namun hari-hari ini, peranan dari lembaga-lembaga multilateral itu menjadi sangat lemah atau tidak dihormati, yang terjadi adalah hampir mirip dengan sebelum Perang Dunia II," tegas Sri Mulyani.

"Kalau negara punya tujuan dan punya kepentingan dia kemudian secara sepihak bisa memaksakan kehendaknya kepada negara lain, yang kemudian memunculkan threat atau ancaman dan bahkan kemudian terjadi invasi militer antar negara," imbuhnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan berbagai konflik geopolitik berkepanjangan seperti perang Rusia dan Ukraina, invasi Israel di Timur Tengah yang semakin melebar, hingga perang perdagangan yang tengah memanas karena tarif impor AS.

Presiden AS, Donald Trump. Foto: Nathan Howard/REUTERS
Presiden AS, Donald Trump. Foto: Nathan Howard/REUTERS

Sri Mulyani turut menyoroti arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump yang cenderung proteksionis.

Ia menyebut langkah Trump sebagai bentuk dari "liberation day", yakni upaya untuk membebaskan AS dari tanggung jawab global dengan mengutamakan kepentingan nasional di atas segalanya.

"Negara saya adalah yang paling penting, atau America First, my country first itulah pesan yang dibawa," ujar Sri Mulyani.

Sikap ini, lanjutnya, tercermin jelas dari kebijakan Trump yang menerapkan tarif impor secara luas terhadap berbagai negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Selain itu, Sr Mulyani juga menyoroti perang perdagangan antara AS dan China, di mana AS melihat China sebagai ancaman terbesar di bidang ekonomi dan keamanan nasional, sehingga penerapan tarif impor dinilai bisa menjadi solusi atas ancaman tersebut.

"Inilah yang sedang kita hadapi, yang tadinya negara dalam konteks global bekerja sama di mana satu negara bisa sejahtera dan makmur dengan mengajak negara lain juga ikut sejahtera, sekarang kalau satu negara sejahtera berarti negara lain akan berkorban atau terkorbankan. Zero-sum game menjadi dominan yang tadinya positive-sum game," jelas Sri Mulyani.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: