terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Penampakan Diduga Bangkai KMP Tunu Jaya di Kedalaman 40-60 Meter di Selat Bali - my blog
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno. Foto: Dok. kumparan
Upaya pencarian dan verifikasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali masih terus berlanjut.
Data terbaru menunjukkan bahwa diduga kuat bangkai kapal tersebut telah bergeser sejauh kurang lebih 800 meter ke arah selatan dari lokasi ditemukan sebelumnya pada Jumat (5/7). Ditemukan di titik datum di kedalaman 40-60 meter di Selat Bali. Namun informasi soal titik koordinat belum diungkap.
Titik datum adalah titik referensi yang digunakan sebagai dasar untuk pengukuran dan perhitungan dalam survei, pemetaan, dan berbagai bidang teknik.
Titik datum berfungsi sebagai titik awal atau referensi yang digunakan untuk menetapkan posisi suatu titik atau objek pada permukaan bumi atau dalam suatu sistem koordinat.
Titik lokasi datum objek diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Dok. kumparan
Pergeseran signifikan ini menambah kompleksitas dalam penentuan strategi evakuasi dan penyelamatan korban.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno, menjelaskan pergeseran ini.
"Secara data mentah gambar lokasi yang saya sampaikan kemarin bergeser dari lokasi kecelakaan kapal ke lokasi terbaru itu kurang lebih 800 meter dan hasil penggambaran data dari tim Hidrografi hampir serupa," jelas Eko usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau keluarga korban di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (6/7/2025).
Saat ini, tim penyelamat tengah menunggu data lebih lanjut dari KRI Fanildo yang membawa tim ahli hidrografi. Data hidrografi yang diambil pada hari ini akan segera diolah untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai posisi terkini bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Titik lokasi datum objek diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto: Dok. kumparan
Eko menuturkan, dalam perjalanannya menuju lokasi, KRI Fanildo akan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle). Alat canggih ini berfungsi untuk melakukan verifikasi visual secara langsung, memastikan posisi bangkai kapal.
Proses finalisasi data hidrografi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.
"Mudah-mudahan tim bisa bekerja dengan cepat, mudah-mudahan tim ini bisa maksimal dari data olah data dari hidrografi bisa secepat mungkin langsung kita evaluasi secara bersama baru kita putuskan evakuasi SAR penyelamatan korban," kata Eko.
Penyelam Andalan Disiagakan
Senada dengan Eko, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I G.P. Alit Jaya, juga membenarkan adanya pergeseran lokasi bangkai kapal.
"Diperkirakan itu (kapal tergeser 800m) sekarang masih finalisasi datanya karena area 1.000 sampai 1.500 kita scan dari kemarin malam," ungkapnya.
Untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi, tim penyelam profesional telah disiapkan. Sebanyak 15 personel penyelam akan dikerahkan, terdiri dari delapan personel Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambaair) dan tujuh personel Komando Pasukan Katak (Kopaska).
KRI Teluk Ende-517 berlayar pada operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Semua penyelam ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi medan yang menantang.
Dengan adanya data yang akurat dari hidrografi dan verifikasi visual dari ROV, tim gabungan berharap dapat segera menentukan strategi terbaik untuk operasi evakuasi dan penyelamatan korban yang terperangkap dalam bangkai kapal hari ini.
Hingga saat ini, data korban KMP Tunu Pratama Jaya tercatat 30 orang selamat, 6 meninggal dunia, dan 29 orang masih dalam pencarian. Tim SAR berharap cuaca dan kondisi arus mendukung penuh proses identifikasi dan pencarian korban di bangkai kapal, sehingga seluruh korban dapat segera ditemukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar