terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Mengapa Jakarta dan Sekitarnya Masih Hujan Deras meski Sudah Masuk Kemarau? - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mengapa Jakarta dan Sekitarnya Masih Hujan Deras meski Sudah Masuk Kemarau?
Jul 7th 2025, 10:36 by kumparanNEWS

Suasana banjir di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (6/7/2025). Foto: X/ @TMCPoldaMetro
Suasana banjir di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (6/7/2025). Foto: X/ @TMCPoldaMetro

Pada Mei 2025, BMKG mengeluarkan prakiraan musim kemarau di Indonesia pada 2025. Pada umumnya, wilayah Pulau Jawa dan Papua mengalami musim kemarau pada Juli-Agustus 2025, cenderung lebih awal dibanding wilayah lainnya.

Meski sudah memasuki musim kemarau, mengapa hujan lebat masih terjadi di Jakarta dan sekitarnya yang menyebabkan banjir?

Kepala BMKG Dwikorita memberikan penjelasan. Menurutnya, dalam dua hari terakhir, hujan yang turun di Jakarta tergolong lebat hingga sangat lebat. Bahkan di Puncak, Bogor, curah hujan turun ekstrem pada Sabtu (5/7).

"Fenomena tersebut merupakan hasil interaksi dari beberapa faktor atmosfer. Jadi hujan yang lebat sangat lebat hingga ekstrem tersebut, merupakan hasil interaksi beberapa faktor atmosfer yaitu lemahnya Monsun (angin) Australia, dan hangatnya suhu muka laut menyebabkan kelembapan udara tinggi terutama di wilayah Selatan Indonesia," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara daring, Senin (7/7).

"Kemudian terpantau pula gelombang Kelvin aktif, ini gelombang atmosfer ya, gelombang Kelvin yang aktif melintas di pesisir utara Jawa, dan Laut Jawa. Disertai perlambatan dan belokan angin di Jawa Bagian Barat dan Selatan, yang memicu penumpukan massa udara, liabilitas atmosfer lokal juga terpantau kuat dan mempercepat pertumbuhan awan hujan," sambungnya.

Menurut Dwikorita, kondisi tersebut terjadi pada awal musim kemarau tahun ini.

"Meskipun Indonesia telah memasuki musim kemarau, dinamika atmosfer dan kelembapan udara di berbagai wilayah masih tinggi, faktor-faktor utama yang mempengaruhi potensi hujan tinggi antara lain aktifnya fenomena madden julian oscillation dan gelombang ekuator (Kelvin, Rossby equator)," ucapnya.

Kemudian faktor lain, karena lemahnya monsun Australia yang meningkatkan kelembaban udara di wilayah Indonesia terutama bagian selatan. Lalu, ada juga fenomena konvergensi angin, yaitu pertemuan antara angin dan liabilitas lokal yang memperkuat pembentukan awan hujan.

"BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada bahkan mulai siaga, terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: