terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ekspor Minyak Sawit RI ke AS Berpotensi Turun Imbas Tarif 32 Persen - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ekspor Minyak Sawit RI ke AS Berpotensi Turun Imbas Tarif 32 Persen
Jul 9th 2025, 10:35 by kumparanBISNIS

Ilustrasi CPO Malaysia dok: AFP
Ilustrasi CPO Malaysia dok: AFP

Ekspor minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat (AS) kemungkinan bakal turun imbas tarif sebesar 32 persen yang diberlakukan pada 1 Agustus 2025.

Malaysia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua dinilai berpotensi mendapatkan pangsa pasar atas situasi ini.

Dikutip dari Reuters, Indonesia dan Malaysia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi Indonesia sejauh ini merupakan pemasok terbesar ke AS, menyumbang 85 persen dari total impornya tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Hadi Sugeng menyebutkan jika tarif baru tersebut berlaku, hal itu dapat menyebabkan penurunan pengiriman minyak sawit Indonesia ke AS sebesar 15-20 persen.

"Daya saing minyak sawit akan menurun terhadap minyak nabati lain seperti minyak kedelai dan minyak lobak, terutama jika negara pengekspor minyak nabati ini menerima tarif yang lebih rendah," katanya, dikutip Rabu (9/7).

Hadi menuturkan secara keseluruhan, Indonesia mengekspor 29,5 juta ton produk minyak sawit pada tahun 2024. Ekspor ke AS rata-rata 2,25 juta metrik ton per tahun selama tiga tahun terakhir.

Sementara itu, minyak sawit Malaysia menghadapi tarif yang lebih rendah dari Indonesia yakni sebesar 25 persen, yang memberikan keuntungan bagi produsen dibandingkan dengan mitra mereka di Indonesia.

Menteri perkebunan dan komoditas Malaysia Johari Abdul Ghani mengatakan importir AS harus menanggung biaya tarif tambahan atas minyak sawit.

Dia mengatakan tidak ada alternatif untuk minyak sawit di AS karena kedelai tidak dapat diubah menjadi oleokimia, produk berbasis tanaman yang digunakan dalam pasta gigi dan deterjen.

"Menurut saya ini bukan persaingan. Kalau mereka mengenakan biaya 25 persen, pada akhirnya orang yang akan membayarnya adalah orang Amerika," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: