terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Cegah Bullying, Kemensos Gandeng KPAI-KemenPPPA Susun Kurikulum Sekolah Rakyat - my blog
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau dikenal dengan Gus Ipul memastikan kementerian yang dipimpinnya telah menggandeng sejumlah lembaga untuk mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Hal ini disampaikan Gus Ipul menanggapi kekhawatiran akan potensi bullying di kalangan siswa baru, khususnya yang baru masuk jenjang SMP.
Menurut Gus Ipul, Kemensos telah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam merancang kurikulum dan prosedur pencegahan kekerasan.
"Ya kita juga sudah koordinasi dengan KPAI, dengan PPPA. Ya semua sudah kita ajak bicara dalam rangka membuat kurikulum yang sebisa mungkin mencegah tiga hal," jelas Gus Ipul saat meninjau simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7).
"Pertama, bullying, kedua kekerasan seksual, ketiga intoleransi. Itu kita siapkan prosedurnya," tambahnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan. Upaya ini, lanjutnya, akan dilengkapi dengan perangkat pendukung dan sistem pengawasan yang terintegrasi.
"Bahkan nanti banyak perangkat yang kita pasang dalam rangka untuk menghindari tiga hal itu. Kita buat prosedur," tegasnya.
Adapun program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 akan dimulai pada bulan ini, Juli 2025, di 100 titik lokasi rintisan di seluruh Indonesia. Dari 100 titik ini, 63 titik akan memulai pengenalan kepada siswa pada 14 Juli dan sebanyak 37 titik akan dimulai di akhir Juli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar