terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
BKN Usulkan Tambahan Anggaran Rp 500 M untuk Layanan ASN - my blog
Ilustrasi gedung Badan Kepegawaian Negara (BKN). Foto: Shutter Stock
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk tahun 2026 guna memperkuat layanan kepegawaian nasional.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menyatakan bahwa usulan anggaran tersebut muncul karena pagu indikatif yang ditetapkan mengalami penurunan 28 persen dibandingkan tahun 2025.
"Jadi total semuanya dari BKN mengajukan tambahan anggaran Rp 500 miliar. Angkanya langsung pas Rp 500 miliar," ujar Zudan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/7).
Adapun tambahan anggaran tersebut terdiri dari penambahan belanja pegawai sebesar Rp 34 miliar, pemeliharaan kantor, gedung, dan fasilitas di 36 unit cabang BKN di daerah serta cabang BKN di pusat sebesar Rp 34 miliar sendiri.
Selain itu, terdapat pengelolaan SDM, pelayanan kehumasan, pengadaan dan pemeliharaan barang dan jasa, serta pengawasan internal yang membutuhkan tambahan anggaran Rp 35 miliar.
Pemenuhan sarana dan prasarana di 36 kantor BKN di daerah dan unit pelaksana teknis (UPT) juga dianggarkan sebesar tambahan Rp 204 miliar, beserta belanja teknologi informasi juga ditambah Rp 109 miliar untuk memperkuat layanan digital BKN.
"Ini untuk memperkuat infrastruktur, karena layanan (kepegawaian) kami akan bertambah," ujar Zudan.
Selain itu, anggaran tambahan juga dialokasikan untuk pelaksanaan tugas layanan Aparatur Sipil Negara (ASN), pengelolaan manajemen ASN, serta program digitalisasi yang sebesar Rp 34 miliar. Sedangkan untuk proyek prioritas nasional, BKN mengusulkan tambahan Rp 46 miliar. Sehingga total usulan tambahan anggaran dibulatkan menjadi Rp 500 miliar.
Selain tambahan anggaran, Zudan juga menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan tambahan proyek prioritas, seperti penerapan manajemen talenta di 426 lembaga, penguatan sistem merit di 639 lembaga, serta penguatan backend service layanan.
"Jadi di 2026 ini kami mengajukan tambahan usulan kegiatan dan usulan anggaran," tutup Zudan.
Adapun Zudan membeberkan bahwa Total Pagu Indikatif untuk BKN di 2026 sesuai dengan Surat Pagu Indikatif mencapai Rp 574.759.955.000 atau sekitar Rp 574,7 miliar.
Ia menegaskan bahwa jika tambahan anggaran tersebut tidak dipenuhi, maka penyelenggaraan layanan kepegawaian akan terdampak. "Dengan kondisi pagu indikatif 2026, kalau sesuai dengan surat bersama pagu indikatif, ini risiko yang akan kami hadapi (dengan total pagu belum ditambah usulan tambahan anggaran) layanan ASN keseluruhannya pasti terganggu," tutup Zudan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar