terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Komnas Perempuan ke Fadli Zon: Ada 52 Korban Pemerkosaan 98, Itu Bukan Massal? - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Komnas Perempuan ke Fadli Zon: Ada 52 Korban Pemerkosaan 98, Itu Bukan Massal?
Jun 25th 2025, 14:37 by kumparanNEWS

Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai memberikan pembekalan materi di retreat kepala daerah gelombang II, di Kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai memberikan pembekalan materi di retreat kepala daerah gelombang II, di Kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Komnas Perempuan mengkritik pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang menyebutkan bahwa tak ada bukti pemerkosaan massal terjadi saat peristiwa kerusuhan Mei 98. Katanya, selama ini sudah ada data dan temuan kasus dalam laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Tim Gabungan Pencari Fakta itu melihat ada, mereka menemukan 168 kasus yang dilaporkan. Kemudian diverifikasi dan juga diuji gitu ya, ada 52 kasus yang diterima," Wakil Ketua Transisi Komnas Perempuan, Sondang Frishka, kepada wartawan di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (25/6).

"Nah, 52 kasus itu lebih satu kasus pun itu sudah merupakan pelanggaran HAM. Bagaimana kalau 52, kenapa itu bisa dikatakan tidak massal?" lanjutnya.

Sondang mengungkapkan, dalam prinsip pelanggaran HAM, satu kasus yang terjadi juga bisa dikatakan banyak. Sehingga, ia menentang keras mengenai rencana penulisan ulang sejarah bahwa tidak ada bukti pemerkosaan massal saat 98.

"Kami menentang keras hal itu, kembalilah kepada data. Di data, di dalam TGPF sudah jelas disebutkan ada berapa banyak korban yang memang diterima," tuturnya.

Wakil Ketua Transisi Komnas Perempuan, Sondang Frishka di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Wakil Ketua Transisi Komnas Perempuan, Sondang Frishka di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Sebelumnya, Fadli mengatakan, pemerkosaan memang terjadi saat kerusuhan, tetapi belum ada bukti sejarah yang menjelaskan pemerkosaan itu terjadi secara massal.

"Pemerkosaan saya yakin terjadi. Kekerasan seksual waktu itu (kerusuhan Mei 1998) terjadi seperti penjelasan saya terjadi, tetapi massal itu sistematis," ujar Fadli Zon kepada wartawan, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (24/6).

"(Contoh) tentara Serbia kepada (perempuan) Bosnia seperti peristiwa itu. Namanya massal, ada sistematik, terstruktur, dan masif. Nah sekarang ada gak (buktinya di Indonesia). Kalau ada buktinya, tidak pernah ada," tambah politikus Gerindra ini.

Fadli menegaskan, peristiwa pemerkosaan massal yang terjadi saat kerusuhan 1998 perlu berlandaskan fakta hukum dan kajian secara ilmiah. Namun, nyatanya belum ada bukti investigasi dari kepolisian tentang pemerkosaan massal.

"Jadi, itu harus ada fakta-fakta hukum, ada akademik jadi ada siapa korbannya, di mana tempatnya, mana kejadiannya. Itu kan harus ada mana laporan waktu itu kan polisi kan menginvestigasi, harus ada datanya kan," ungkap doktor Ilmu Sejarah dari Program Studi Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) ini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: