terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Usai Berantas Preman, Polda Metro Akan Bereskan Tawuran hingga Bina Pak Ogah - my blog
Para pelaku tawuran yang ditangkap dalam Operasi Berantas Jaya 2025. Foto: Dok. Istimewa
Polda Metro Jaya baru saja merampungkan Operasi Berantas Jaya 2025, yang mengincar dan membereskan preman-preman dan berbagai bentuknya di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Selanjutnya, mereka mengarahkan perhatian untuk menekan kasus tawuran hingga akan membina Pak Ogah.
Dalam konferensi pers Operasi Berantas Jaya, polisi belum menjabarkan rinci bagaimana mereka akan menekan angka tawuran. Sejauh ini, polisi hanya mengingatkan.
"Termasuk juga tidak hanya aksi-aksi preman, tawuran juga masih marak, tentunya kita juga harapannya adalah masalah pembinaan kepada anak-anak ataupun masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi dalam ajakan-ajakan hal yang negatif yang tentunya perlu kita sadarkan," ucap Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Metro Jaya, Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/5).
Mereka minta bantuan masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan untuk bersama mencegah tawuran.
Pak Ogah di Pondok Pinang Foto: Adit/kumparan
Sementara itu, soal Pak Ogah, polisi meminta agar mereka tak mengikuti langkah-langkah premanisme. Yakni melakukan pemerasan terhadap pengguna jalan.
"Seperti contohnya adalah Pak Ogah, ini tentunya kita hanya bisa mengingatkan, membina, mengarahkan supaya tidak sampai melakukan hal-hal yang serupa yang tentunya meresahkan daripada pengguna-pengguna jalan," kata Wijatmika.
Lebih lanjut, polisi juga akan membina pak Ogah. Sebab, mereka berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari terutama soal lalu lintas.
"Pak Ogah tersebut tidak tahu tentang bagaimana mekanisme pengaturan lalu lintas, ataupun upaya-upaya pemerasan dengan pungli. Tentunya juga perlu cukup kita lakukan pembinaan saja," tutup Wijatmika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar