terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Polisi Tangkap Admin Grup 'Cinta Sedarah' di Bali, Seorang Pemandu Wisata - my blog
Polres Gresik menangkap seorang admin grup Facebook 'Cinta Sedarah' berinisial IDG (44) warga Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa
Polres Gresik menangkap seorang admin grup Facebook 'Cinta Sedarah' yang mengunggah konten-konten pornografi.
Pelaku berinisial IDG (44 tahun) warga Kota Denpasar, Bali. Ia ditangkap di kediamannya di Bali.
"Pemilik admin sudah kami amankan masih kami kembangkan dan dalami motifnya sementara ini," kata Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni saat dikonfirmasi, Minggu (25/5).
Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengatakan penangkapan ini berdasarkan laporan warga yang resah akan munculnya grup Facebook tersebut.
"Atas dasar itu, Polres Gresik menerjunkan tim melakukan penyelidikan hingga mengamankan pelaku," ujar Rovan.
Berprofesi Sebagai Pemandu Wisata
Rovan menyebut bahwa tersangka berprofesi sebagai pemandu wisata. "Tersangka warga Denpasar dan berprofesi sebagai pemandu wisata," ucapnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, juga membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar, terduga pelaku admin grup FB yang meresahkan masyarakat itu sudah diamankan oleh Polres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
Polres Gresik menangkap seorang admin grup Facebook 'Cinta Sedarah' berinisial IDG (44) warga Denpasar, Bali. Foto: Dok. Istimewa
Jules menyampaikan, grup Facebook 'Cinta Sedarah' sempat berganti nama menjadi 'Suka Duka'.
"Saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut, untuk mendalami motif dan cara pelaku menjalankan grup yang menyimpang tersebut," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar