terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mendag Belum Ketok Besaran Pungutan Ekspor Kelapa Bulat - my blog
Dagangan kelapa bulat dan kelapa parut di Pasar Sore Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Besaran pungutan ekspor (PE) terhadap komoditas kelapa bulat tak kunjung diketok Kementerian Perdagangan. Kebijakan ini diharapkan jadi solusi agar kebutuhan kelapa dalam negeri tetap terpenuhi.
"Belum tahu (besaran PE), karena belum tahu. (Berapa lama) ya nanti pas, kan seharusnya minggu ini atau minggu depan sudah selesai rapatnya," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso ditemui usai menjadi pembicara di Fisipol UGM, Jumat (23/5).
Pada 20 Mei lalu, Budi bilang ke awak media besaran PE diputuskan minggu ini.
"Seharusnya minggu ini, karena kemarin belum ketemu waktunya to. Tapi nanti kita bicarakan dulu. Jadi kita cari solusinya yang terbaik," terangnya.
Budi menjelaskan, komuditas kelapa bulat ini sudah dikonsep dari dulu memang akan dikenakan biaya ekspor.
"Jadi bukan berarti biar ekspornya kurang tapi ini memang kita adakan beberapa permintaan, misalnya dilarang ekspor, jadi nggak. Ekspor tetap boleh tapi nanti kita juga mengenakan bea ekspor. Tapi kita bicarakan bareng-bareng dulu, nanti akan dirapatkan dulu, kita cari jalan keluar yang terbaik seperti apa," terangnya.
Petani memperlihatkan buah kelapa yang baru dipanen di Desa Leungah, Aceh Besar, Aceh, Kamis (24/4/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Kebutuhan Kelapa Bulat untuk Ekspor Tinggi
Dijelaskan Budi, situasi saat ini kelapa bulat memiliki harga ekspor yang tinggi. Lantaranya banyak diekspor, pelaku industri dalam negeri tak mendapatkan pasokan.
"Karena harga ekspor lebih tinggi daripada di dalam negeri, kan otomatis petani maunya ekspor," jelasnya.
"Tapi kan tidak semua, beberapa daerah pun juga sebenarnya masih ada kelapa juga, tetapi kan kita harus antisipasi agar ada keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan ekspor, ya kita cari solusinya yang terbaik," katanya.
Potensi komditi kelapa bulat menurut Budi sangat besar. Termasuk potensi ekspor setelah masuk industri dalam negeri.
"Cuma kan sekarang memang kebutuhan ekspor, kebutuhan impor negara lain itu kan besar ya sehingga harga kelapa bulat tinggi," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar