terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Lion Group Ungkap Penyebab Sering Delay: Cuaca, Desain Bandara, hingga Kalayang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Lion Group Ungkap Penyebab Sering Delay: Cuaca, Desain Bandara, hingga Kalayang
May 22nd 2025, 18:42 by kumparanBISNIS

Presiden Direktur Lion Air Group, Captain Daniel Putut Adi Kuncoro. Foto: Sinar Utami/kumparan
Presiden Direktur Lion Air Group, Captain Daniel Putut Adi Kuncoro. Foto: Sinar Utami/kumparan

Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro menanggapi cecaran Wakil Ketua Komisi V soal Lion termasuk maskapai yang sering delay atau terlambat.

Daniel mengakui saat ini secara nasional ada penurunan persentase on time performance (OTP) untuk penerbangan domestik. Pada periode Januari-April 2025 OTP penerbangan domestik 78,7 persen sementara periode yang sama tahun sebelumnya 79,73 persen.

Dia juga mengeklaim permasalahan OTP ini secara teknikal bisa diminimalisir dengan program RAM Check yang digagas oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Namun menurut dia, ada permasalahan-permasalahan yang belum bisa dipecahkan terkait dengan menurunnya persentase OTP ini, khususnya di Lion Group. Pertama soal navigasi penerbangan, yang menurut dia perlu dievaluasi adalah rute penerbangan ke arah timur.

"Nah ada alternatif sebetulnya pernah kita waktu itu kita bahas membuka rute selatan tapi kita berhadapan dengan TNI AU sehingga semakin jauh jadi semakin tidak efisien. Nah ini menjadi salah satu kontribusinya," tutur Daniel dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (22/5).

Permasalahan lain yang menurut dia kerap membuat armada Lion Group delay adalah cuaca yang kurang baik. Sebab, dia menegaskan Lion Group mengutamakan keselamatan dan mengimbau pilot untuk mematuhi hal ini.

Tidak hanya itu, dia juga menyebutkan penyebab pesawat Lion Group kerap kali delay adalah permasalahan desain Bandara Soekarno Hatta dengan beberapa terminal di dalamnya. Sementara, Online Travel Agent (OTA) kerap mencampurkan penerbangan yang melibatkan dua terminal berbeda di bandara ini.

Pesawat Thai Lion Air. Foto: Yuttapol Phetkong/Shutterstock.
Pesawat Thai Lion Air. Foto: Yuttapol Phetkong/Shutterstock.

"OTA itu mereka menggabungkan, sehingga kadang-kadang pengguna jasa tidak memahami. Contoh dari Medan mau ke Jayapura, dengan Lion Jakarta-Medan, Jakarta-Jayapura pakai Garuda. Lion mendaratnya di Terminal 1A, Garuda berangkat dari Terminal 3, bagaimana menghubungkan 1A dengan 3," jelasnya.

Bersamaan dengan ini, dia juga mengomentari desain Kereta Layang (Kalayang) di Bandara Seokarno Hatta yang berada di luar area terminal. Menurut dia perlu dilakukan perombakan desain Kalayang agar bisa membuat perjalanan masyarakat lebih efisien.

"Harus diredesain karena posisinya masih di luar dari bangunan terminal, nah kalau kita lihat di bandara manapun juga namanya kereta itu biasanya ada di dalam terminal," imbuhnya.

Dia menjelaskan, jika banyak penumpang yang membeli paket perjalanan dari OTA dengan kombinasi seperti ini, maka akan berdampak pada ketepatan waktu pesawat.

"Kalau ada penumpang yang membeli ini dengan jumlah besar ini kontribusi delaynya terjadi nah ini yang menjadi concern kita semua untuk memperbaiki tentunya on-time performance," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi V Ridwan Bae menuturkan agar dalam RDP Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Kemenhub Lukman F Laisa, Lion Group yang menjelaskan perihal OTP. Sebab Lion cukup dikenal sebagai maskapai yang sering terlambat.

"Kemudian on-time performance kita minta dari Lion. Lion kan sering terlambat juga," kata Ridwan dalam kesempatan yang sama.

Berdasarkan paparan Dirjen Hubud, ada empat faktor penyebab keterlambatan untuk penerbangan domestik, pertama teknis operasional, manajemen maskapai, cuaca dan lainnya.

"Beberapa faktor penyebab keterlampatan untuk penerbangan domestik mencakup teknis operasional, manajemen, lainnya namun lebih dominan cuaca," tutur Lukman dalam kesempatan yang sama.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: