terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Ekonom: Subsidi Upah Idealnya 30 Persen dari Rp 3,5 Juta Agar Genjot Daya Beli - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ekonom: Subsidi Upah Idealnya 30 Persen dari Rp 3,5 Juta Agar Genjot Daya Beli
May 25th 2025, 20:30 by kumparanBISNIS

Sejumlah buruh berjalan saat jam pulang kerja di salah satu pabrik di Kota Tangerang, Banten, Senin (10/2/2025).  Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
Sejumlah buruh berjalan saat jam pulang kerja di salah satu pabrik di Kota Tangerang, Banten, Senin (10/2/2025). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Program insentif Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali digelontorkan pemerintah, khusus untuk pekerja dengan upah di bawah Rp 3,5 juta atau Upah Minimum Provinsi (UMP). Namun besaran BSU belum ditetapkan.

Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira menyarankan agar besaran BSU bisa ditetapkan 30 persen dari upah para penerima. Dengan begitu, daya beli masyarakat dapat meningkat.

"Atau setara Rp 1 juta untuk pekerja gaji Rp 3,5 juta. Jika subsidi upahnya di bawah Rp 600 ribu per bulan maka daya dorong ke konsumsi rumah tangga bakal terbatas," kata Bhima kepada kumparan, Minggu (25/5).

Selain pekerja dengan upah Rp 3,5 juta Bhima juga menyarankan agar subsidi juga dapat diberikan ke pekerja informal serta beberapa kebijakan yang dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok. Dengan begitu daya beli dari kalangan pekerja bisa dijaga.

"Pelajaran dari COVID-19 kemarin, pekerja informal tidak mendapat subsidi upah karena pemerintah masih berbasis BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

Ekonom dari CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat BSU yang akan diberikan pemerintah tak bisa langsung berpengaruh peningkatan daya beli. Efeknya sangat tergantung pada besaran insentif, frekuensi pemberian, dan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan.

"Jika bantuan ini hanya bersifat satu kali dan masyarakat masih merasa waspada terhadap ketidakpastian ekonomi (seperti inflasi atau ancaman PHK), maka peningkatan konsumsi cenderung terbata," kata Yusuf.

Untuk itu menurutnya BSU ini bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi jika dikombinasikan dengan kebijakan fiskal lainnya yang akan tergantung pada kemampuan fiskal di sisa tahun ini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: