terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Bahlil Curigai Ada Unsur Kesengajaan Dibalik Penurunan Lifting Minyak RI - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bahlil Curigai Ada Unsur Kesengajaan Dibalik Penurunan Lifting Minyak RI
May 26th 2025, 14:35 by kumparanBISNIS

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya mencurigai ada unsur kesengajaan atas terjadinya penurunan lifting minyak Indonesia.

Menurutnya, kondisi tersebut telah direncanakan pihak tertentu dengan tujuan agar Indonesia terus mengimpor minyak.

"Apa dengan penurunan lingkungan itu apakah memang kita sudah tidak punya sumber daya alam? Atau masih ada? Atau ini sengaja diturunkan agar impor terus? Menurut saya, ini ada unsur kesengajaan. By design," ucap Bahlil dalam acara Energy and Mineral Forum 2025, Jakarta Pusat, Senin (26/5).

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2024, angka lifting minyak Indonesia hanya mencapai 580.000 barel per hari, padahal kebutuhan konsumsi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

Bahlil pun menyoroti perbedaan signifikan dibandingkan kondisi Indonesia tahun 1996-1997, saat lifting minyak masih berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sedangkan konsumsi domestik saat itu baru sekitar 500.000 barel per hari.

"Hebat sekali waktu itu negara (Indonesia). Dan pendapatan negara kita, 40-45 persen itu hasil daripada migas waktu itu," tambah Bahlil.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena krisis moneter yang melanda pada tahun 1998 menyebabkan produksi minyak dalam negeri terus menurun.

Bahlil pun menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki permasalahan ini guna memastikan kapasitas Indonesia dalam meningkatkan angka lifting minyak.

"Dan untuk mengamalkan perintah Presiden Pak Prabowo dan untuk ibu Pertiwi, sejengkal pun saya tidak mundur, untuk menghadapi orang-orang yang seperti itu," tegas Bahlil.

Ia juga membeberkan bahwa pihaknya saat ini menemukan hampir 40.000 sumur minyak yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun dari jumlah itu, hanya 20.000 sumur yang produktif dengan sisanya yang tidak lagi menghasilkan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: