terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Demokrat Sepakat dengan PKB soal Pileg dan Pilpres Harus Dipisah: Kurang Fair - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Demokrat Sepakat dengan PKB soal Pileg dan Pilpres Harus Dipisah: Kurang Fair
Jul 25th 2024, 20:23, by Thomas Bosco Pandapotan, kumparanNEWS

Penyerahan rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada Maluku oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Penyerahan rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada Maluku oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Partai Demokrat setuju dengan usulan soal pemilu legislatif dan pemilu presiden dipisah, tidak dijadikan satu. Sebelumnya usulan ini disampaikan PKB dalam mukernas.

Demokrat berpandangan, bila Pileg dan Pilpres digabung menjadi kurang adil.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Demokrat sejak awal memang ingin Pileg dan Pilpres dipisah. Masalah ini sempat dibahas ketika menerima kunjungan Ketua MPR Bambang Soesatyo dkk.

"Sebetulnya itu yang sejak awal kami sarankan. Terakhir ketika kami menerima kunjungan dari Ketua MPR, Pak Bamsoet dan jajaran wakil Ketua MPR dan lainnya. Kami juga mendiskusikan hal tersebut dan sebetulnya kita perlu mengkaji," kata AHY kepada wartawan di DPP Demokrat, Menteng, Kamis (25/7).

Namun demikian, AHY juga tidak masalah bila tetap ingin Pileg dan Pilpres disatukan dalam waktu bersamaan. Ia menilai pemisahan ini perlu kajian.

"Karena jika dilakukan secara serentak pengalaman selama ini, sudah hampir pasti fokus masyarakat kita semua dan secara alami pasti kita lebih memberikan panggung, ruang dan perhatian kepada Pilpres. Itu sudah otomatis akan seperti itu karena memang yang paling mendapatkan spotlight, sorotan, bagaimana tidak karena kita memilih pemimpin bangsa, Presiden Republik Indonesia," sebut AHY.

"Tapi rasanya agak kurang fair ketika seharusnya juga kita memilih wakil-wakil rakyat terbaik dari berbagai aspek tentunya. Kita ingin yang punya kapasitas yang baik, integritas yang baik, visi misi yang jelas, termasuk partai-partai politik ini kan punya kewajiban untuk menyampaikan apa saja visi misi dan program-program yang akan diperjuangkan," tambahnya.

Pasien Yayasan Jamrud Biru ikut mencoblos pada Pemilu 2024 di TPS 045 Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pasien Yayasan Jamrud Biru ikut mencoblos pada Pemilu 2024 di TPS 045 Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

AHY menilai, dengan sistem digabung, masyarakat yang mencoblos, khususnya untuk pileg, hanya sekadar datang mencoblos saja ke TPS. Tidak sungguh-sungguh mengetahui sosok legislator yang dipilihnya.

"Dengan demikian, ya tidak seperti, ah yaudah lah yang penting datang ke TPS, nyoblos siapa pun kita akan kenal. Nah harapannya pemilih mengenal siapa yang akan dipilihnya. Partainya termasuk caleg-calegnya. Jangan hanya sekadar yang penting datang, yang penting saya sudah menaikkan tugas. Inilah menurut saya salah satu kebaikan kalau dipisah antara Pileg dengan Pilpres," terangnya.

Warga binaan kelas I Lapas Cipinang mencoblos di dalam rutan, Rabu (14/2/2024). Foto: Dok. KPU
Warga binaan kelas I Lapas Cipinang mencoblos di dalam rutan, Rabu (14/2/2024). Foto: Dok. KPU

Dia pun menyinggung sebaiknya dibedakan beberapa bulan antara Pileg dan Pilpres.

"Nah inilah harapannya kalau dipisah, beda berapa bulan misalnya antara Pileg dengan Pilpres, maka ya Pileg itu sudah dengan mood perasaan rakyat hari itu, saat itu," kata AHY.

"Jadi kami Partai demokrat juga tentu menyambut baik, sekaligus kami justru mendorong agar ini dibahas menjadi wacana yang baik untuk kita pertimbangkan masak-masak dan mudah-mudahan jika ada kajian yang serius nanti juga bisa menghasilkan hasil yang baik juga," tutupnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: