terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
BRI Salurkan Kredit Rp 1.336,78 Triliun, Melesat 11,20 Persen - my blog
Jul 25th 2024, 10:41, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Sunarso. Foto: Dok. BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 1.336,78 triliun hingga semester I 2024. Nilai tersebut meningkat 11,20 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan segmen UMKM masih mendominasi penyaluran kredit BRI, dengan porsi mencapai 81,96 persen dari total penyaluran kredit BRI, atau sekitar Rp 1.095,64 triliun.
"Penyaluran kredit yang tumbuh double digit tersebut membuat aset BRI tercatat meningkat. Hingga akhir Juni 2024 tercatat aset BRI tumbuh 9,54 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.977,37 triliun," ujarnya dalam paparan kinerja BRI Kuartal II 2024, Kamis (25/7).
Sunarso mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan penyaluran kredit yang selektif dan prudent sehingga perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan.
Adapun rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di kisaran 3,05 persen dengan rasio NPL coverage berada pada level yang memadai sebesar 211,60 persen.
"Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat membaik atau turun, dari semula 14,94 persen pada akhir Triwulan II 2023 menjadi 12,00 persen pada akhir triwulan II 2024," ujar Sunarso.
Perseroan juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan bunga berbasis komisi atau fee based income menjadi sebesar Rp 11,26 triliun, tumbuh 10,15 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 10,22 triliun.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat tumbuh 11,61 persen yoy menjadi sebesar Rp1.389,66 triliun. Dana Giro dan Tabungan atau Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 7,66 persen yoy menjadi Rp 877,90 triliun.
"Dana murah masih mendominasi struktur DPK BRI, di mana porsi CASA mencapai 63,17 persen dari total DPK BRI," kata Sunarso.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar