terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Warga RI Hobi Gadai Barang, Pinjaman Tembus Rp 100 Triliun per April 2025 - my blog
Ilustrasi gadai emas. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pinjaman industri pergadaian nasional menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp 100,25 triliun, atau tumbuh 34,04 persen secara tahunan (yoy) pada April 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (KE PVML) OJK Agusman menyatakan bahwa proporsi penyaluran pinjaman terbesar masih didominasi oleh PT Pegadaian, yang mencapai 96,49 persen dari total penyaluran pinjaman industri pergadaian.
Kemudian, jumlah pergadaian swasta juga menunjukkan pertumbuhan. OJK mencatat ada 196 perusahaan pergadaian swasta yang beroperasi per April 2025.
"(Catatan tersebut) menunjukkan adanya pertumbuhan di sektor ini (swasta) serta persaingan yang sehat antara PT Pegadaian dan pergadaian swasta sesuai dengan masing-masing segmen pasar yang dituju," kata Agusman dalam jawaban tertulis Rapat Dewan Komisioner OJK bulan Mei 2025, dikutip Senin (9/6).
Ilustrasi Pegadaian. Foto: Shutter Stock
Adapun terkait progres peta jalan (roadmap) industri pergadaian, Agusman menyebut penyusunannya saat ini masih berlangsung. "Penyusunan roadmap pergadaian saat ini masih dalam proses, dengan melibatkan diskusi bersama berbagai stakeholders terkait, termasuk asosiasi industri dan kalangan akademisi, guna memastikan arah kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan," tambahnya.
Peta jalan tersebut akan memuat sejumlah hal strategis, seperti visi industri pergadaian, strategi pengembangan dan penguatan, serta program kerja yang dirancang untuk mewujudkan visi tersebut secara bertahap dan terukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar