terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Rob di Penjaringan: Tak Lagi Dapat Diprediksi dan Datang Tanpa Permisi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rob di Penjaringan: Tak Lagi Dapat Diprediksi dan Datang Tanpa Permisi
Jun 13th 2025, 16:18 by kumparanNEWS

Genangan air setinggi mata kaki imbas banjir rob di Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Genangan air setinggi mata kaki imbas banjir rob di Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Banjir rob kembali merendam wilayah Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Kamis (12/6) malam. Air asin pelan-pelan naik dari bibir laut, menyusup masuk ke gang-gang, dan merangkak ke teras hingga dalam rumah.

Ini bukan kali pertama, sudah biasa terjadi. Begitulah kata sepasang suami istri, Hasanudin (44) dan Teni (40), yang menceritakan bagaimana rob datang pada malam itu.

"Hujan enggak hujan juga kalau air robnya naik ya masuk ke sini. Dari jam 5 sore sudah mulai naik. Baru di jalan atas. Ke sini tuh udah magrib. Habis magrib baru turun ke sini," ucap Hasanudin yang juga Ketua RT 4 RW 22 di Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang saat ditemui kumparan, Jumat (13/6) siang.

Meski hujan tak turun, dan peringatan rob tak bersuara, warga sudah paham betul tanda-tandanya.

"Udah tahu, makanya saya nungguin air. Tidur aja nungguin air surut. Jam 1 aja baru bisa tidur nungguin air turun sih surut. Kan ya mau tidur di mana sayanya," cerita Teni.

"Jadi saya nungguin air surut, udah abis baru saya pel-in. Baru bisa tidur. Itu surutnya mah jam 10-an. Tapi belum surut tuntas, tuntasnya tuh jam 12, jam 1, jam segitu," lanjut Teni.

Pantauan kumparan, pada Jumat (13/6) pukul 13.20 WIB, masih terdapat genangan air di sebagian jalan. Di depan gang masuk arah RT 4, genangan air masih lumayan dalam, setinggi mata kaki.

Di sisi lain, Hasanudin menyatakan air laut tak lagi dapat diprediksi. Jika dulu selalu terjadi banjir rob saat bulan purnama, akhir-akhir ini air bisa datang kapan saja.

Kondisi pemukiman RT. 4 RW. 22 Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara usai banjir rob, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kondisi pemukiman RT. 4 RW. 22 Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara usai banjir rob, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Kalau dulu memang dipastikan setiap bulan purnama. Tapi sekarang-sekarang gak bisa diprediksi air banjir. Maksudnya kan kadang-kadang nggak bulan purnama juga kan tiba-tiba air gede," jelasnya.

Semalam, saat air mulai masuk ke rumahnya, Teni tak panik, namun tak bisa tidur juga. Kata dia, ketinggian rob mencapai pergelangan kaki di dalam rumahnya. Tapi di jalanan luar, air nyaris sepaha orang dewasa.

"Kalau di sini cuma satu batako. Kalau di jalanannya segini (setinggi paha) di luar. Yang lebih parah kan ini makanya (kulkas) diganjal batako ini. Kan diganjal ini," ujar Hasanudin menimpali istrinya, sembari menunjuk empat batako yang menjadi ganjalan kulkasnya," kata Teni.

Teni pun teringat soal banjir rob terakhir yang 'menyapa' kawasan itu. Menurut dia, rob saat itu lebih parah dari semalam

"Tadinya segini nih banjirnya, bulan apa sih, April-Mei. Di antara Mei April lah segini nih banjirnya (setinggi lutut)," kata Teni.

Ketidakpastian Bernama Pasang

Genangan air setinggi mata kaki imbas banjir rob di Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Genangan air setinggi mata kaki imbas banjir rob di Jalan Dermaga Ujung 2 Blok Empang, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (13/6/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Saking seringnya dihantui air laut, Teni kini mengunduh aplikasi prediksi pasang surut 'Tides'.

"Sampai saya aja yang biasa gak pernah downloadin ituan prediksi air, sampai saya downloadin prediksi air. Maksudnya jadi tahu air pasang surutnya tuh oh, jam sekian. Berarti kita harus siap-siap nih. Bentar surutnya jam sekian. Oh, jam segini nanti surut. Ya udah tenang kan gitu," jelas Teni.

"Tapi memang kalau pasang surutnya mah tepat sih. Sama, cuman yang saya bingung gini. Yang kemarin 1,2 meter kan gak begitu gede. Gak masuk sampe sini. Di situ juga gak banjir. Nah yang semalam 1,2 meter tapi air tuh tiba-tiba kenceng banget gitu," ujarnya heran.

Mengapa Banjir Rob Masih Terjadi?

Kawasan ini memang belum sepenuhnya terlindungi. Hasanudin menjelaskan ada dua jenis tanggul yang saat ini dalam proses pembuatan di daerahnya.

"Di sini tuh ada dua tanggul mitigasi. Yang untuk peninggian jalan ini nih namanya kan tanggul mitigasi. Yang keduanya yang sisi laut itu namanya kan NCICD. Nah, baru sampai pengedokan. Katanya mah nanti sih sampai sini. Aman," jelas Hasanudin.

"Tapi kapan, kitanya udah capek," keluh Teni.

Sejumlah anak bermain saat banjir rob di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (16/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Sejumlah anak bermain saat banjir rob di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (16/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Hasanudin, proyek pembangunan sudah mulai bergerak. Alat berat dikabarkan datang sejak malam sebelumnya.

"Nah, kemarin pak gubernur datang. Memang sudah akan mulai dalam minggu-minggu ini. Makanya alatnya dari malam sudah pada datang. Dari ujung RT 5 dulu baru jalan kesini. Panjangnya tuh 1,4 kilo," ucap Hasanudin.

Hasanudin mengaku optimistis jika tanggul tersebut jadi akan membuat tempat tinggalnya aman dari banjir rob.

"Aman. Paling rembesan dari bawah juga gak seberapa gede. Memang tingginya air laut sama daratan sini tuh tinggi laut," ujarnya.

Namun, hingga tanggul benar-benar berdiri, warga hanya bisa mengandalkan batako, insting, dan kebersamaan.

Tak Ada yang Mengungsi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum (kiri) meninjau pembangunan tanggul mitigasi banji rob di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum (kiri) meninjau pembangunan tanggul mitigasi banji rob di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Meski terjadi rob semalam, warga tetap bertahan. Sebab, air yang masuk rumah tidak terlalu tinggi.

"Enggak ada, tetap masing-masing di rumahnya Nah, kalau yang lagi tinggi segini (paha), iya ada yang ngungsi," kata Teni.

Kalau pun harus terpaksa mengungsi, biasanya mereka tak akan lari jauh. Mereka akan mengungsi ke rumah tetangga yang memiliki loteng.

"Ngungsi juga gak ke mana-mana, paling sama tetangga yang rumahnya tinggian punya loteng baru dia bisa ngungsi. Tapi kalau yang punya rumahnya ada loteng, di rumah sendiri masing-masing," ucap Teni sambil menunjuk loteng rumahnya.

Kini harapan mereka tak muluk, bisa melihat tanggul yang benar-benar berdiri, dan bukan hanya dijanjikan. Bukan karena tak percaya, katanya, tapi karena sudah terlalu sering berurusan dengan air yang datang tanpa permisi.

"Iya harapan saya mah satu itu. Cepetan dibangun supaya air laut pasang enggak lari ke sini. Ini jadi air laut pasang jadi jatuhnya ke rumah permukiman kita yang kan di sini rendah. Kalau di atas kan tinggi," tutupnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: